
SERAYUNEWS-Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono ditahan selama 20 hari di Rutan KPK. Penahanan dilaksanakan terhitung sejak 14 Maret 2026. Keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pemerasan.
Asep Guntur Rahayu Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK dalam konferensi pers, Sabtu (14/3/2026) yang disiarkan live di Youtube, membeberkan bahwa KPK menetapkan kedua tersangka setelah melakukan pemeriksaan terkait dugaan pemerasan.
Kedua sosok tersebut menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap dugaan pemerasan terkait tunjangan hari raya (THR). Asep menyebutkan bahwa mulanya Syamsul memerintahkan Sadmoko untuk mengumpulkan uang dari perangkat daerah atau SKPD di Cilacap. Uang tersebut akan dijadikan THR bagi Bupati Cilacap dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkungan Kabupaten Cilacap.
Dari penghitungan, dibutuhkan Rp515 juta untuk THR bag forkopimda. Jumlah itu belum termasuk bagi Syamsul. Sampai akhirnya, Sadmoko melalui SUM, FER, dan BUD meminta uang pada SKPD. Sampai akhirnya terkumpul Rp610 juta. Sebagian uang tersebut sudah dipilah-pilah untuk kemudian akan diserahkan pada Forkopimda.
Di saat itulah pada Jumat (13/3/2026), KPK lakukan OTT. KPK mengamankan 27 orang dan sampai akhirnya dari jumlah itu, 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan.
Seperti diketahui, KPK melakukan OTT pada Jumat (13/3/2026). Dua di antara pihak yang terkena OTT adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono. Setelah proses tersebut,
Bupati Syamsul dan beberapa pejabat di Cilacap menjalani pemeriksaan di Polresta Banyumas pada Jumat (13/3/2026) dari pukul 16.00 WIB. Kemudian pada 21.15 WIB para pejabat tersebut dibawa oleh penyidik KPK ke Stasiun Purwokerto untuk dibawa ke Jakarta.
Syamsul sendiri adalah birokrat yang memutuskan terjun ke dunia politik. Syamsul adalah lulusan IPDN dan menjadi birokrat di Cilaca sampai 2016. Di Pilkada Cilacap 2017, Syamsul menjadi calon Wakil Bupati mendampingi Tatto Suwarto Pamuji.
Pasangan Tatto-Syamsul memenangkan Pilkada Cilacap 2017. Setelah lima tahun menjabat, Syamsul kemudian vakum dari birokrasi sampai kemudian dilaksanakan Pilkada Cilacap pada 2024. Syamsul yang berstatus sebagai Ketua PKB Cilacap tersebut maju Pilkada Cilacap 2024 didampingi Ammy Amalia.
Pasangan tersebut memenangkan Pilkada dan dilantik pada Februari 2025. Baru satu tahun lebih beberapa pekan menjadi Bupati Cilacap, Syamsul terkena OTT KPK.