
SERAYUNEWS-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menginformasi bahwa seluruh jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Dengan begitu, fokus petugas Kemenhaj diarahkan ke pelaksanaan puncak haji yakni dikenal dengan Armuzna.
Juru Bicara Kemenhaj dalam konferensi pers yang dinggah di Instagram Kemenhaj pada Sabtu (23/5/2026), Maria Assegaf mengatakan, total ada 527 kloter dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah berada di Makkah. Sementara, jemaah haji khusus yang telah tiba mencapai 16.596 orang.
Maria mengatakan setelah semua jemaah sampai di tanah suci, fokus dari para petugas adalah terkait dengan pelayanan di puncak haji yang dikenal dengan sebutan Armuzna. Armuzna adalah akronim dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Fase ini merupakan rangkaian ibadah yang paling krusial, membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi, dan berlangsung sekitar 6 hari (8 hingga 13 Zulhijah).
Di Arafah, jemaah melaksanakan wukuf, yaitu berdiam diri, memperbanyak zikir, dan berdoa mulai dari tergelincirnya matahari (waktu zuhur) pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar. Di Muzdalifah, jemaah melakukan mabit (bermalam atau singgah sejenak) untuk mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah. Di Mina, jemaah bermalam dan melakukan kegiatan melontar jumrah (Aqabah, Ula, Wustha) selama hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Maria mengatakan, menjelang puncak pelaksanaan haji tersebut, jemaah haji diharap kurangi aktivitas, minum air putih cukup, jaga makanan, dan istirahat yang cukup. Langkah ini dilakukan karena pada puncak haji akan menguras fisik, mental, dan harus disiplin.
Kemudian, lanjut Maria, jemaah Indonesia untuk membawa barang secukupnya saat puncak haji. Beberapa hal juga harus dibawa seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang jemaah, obat, botol minum, perlengkapan pakaian, perlengkapan ibadah.