
SERAYUNEWS – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, banyak calon jemaah haji di Indonesia menggelar tradisi tasyakuran yang dikenal dengan walimatussafar.
Momen ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana untuk memohon doa restu sekaligus berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan tetangga sebelum menjalankan ibadah haji.
Tradisi walimatussafar masih sangat kental di berbagai daerah.
Selain mempererat silaturahmi, acara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya dukungan spiritual dalam perjalanan ibadah yang panjang dan penuh makna.
Berikut ini ulasan lengkap sekaligus contoh undangan walimatussafar haji yang bisa Anda gunakan.
Menukil buku Dakwah Cerdas karya Udji Asiyah, walimatussafar berasal dari dua kata, yaitu walimah yang berarti jamuan atau pesta, serta safar yang berarti perjalanan.
Secara bahasa, walimatussafar dapat diartikan sebagai jamuan atau acara yang diadakan bagi seseorang yang akan melakukan perjalanan jauh.
Dalam konteks ibadah haji, walimatussafar menjadi bentuk rasa syukur sekaligus permohonan doa agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar, aman, dan mendapatkan haji yang mabrur.
Walimatussafar bukan hanya sekadar tradisi turun-temurun, tetapi memiliki makna mendalam. Berikut beberapa tujuan utama dari pelaksanaannya:
1. Memohon Doa Restu
Acara ini menjadi kesempatan bagi calon jemaah untuk meminta doa dari orang-orang terdekat agar diberi kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama berhaji.
2. Sarana Silaturahmi
Mengundang keluarga dan tetangga dalam walimatussafar mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan.
3. Ungkapan Rasa Syukur
Berangkat haji merupakan nikmat besar. Oleh karena itu, walimatussafar menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan tersebut.
4. Media Berpamitan
Calon jemaah juga berpamitan secara langsung kepada lingkungan sekitar, mengingat perjalanan haji memakan waktu cukup lama.
Berikut contoh undangan walimatussafar haji yang singkat, jelas, dan bisa Anda jadikan referensi:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan memohon rahmat Allah SWT, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan memberikan doa restu pada acara Walimatussafar Haji (syukuran dan pamitan) menjelang keberangkatan kami menunaikan ibadah haji.
Hari/Tanggal: Sabtu, 25 April 2026
Waktu: 09.00 WIB s.d. selesai
Tempat: Rumah Bapak Sukoco, Perumahan Elita Blok A117, Sidoarjo
Besar harapan kami Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir. Atas perhatian dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hormat kami,
Keluarga Bapak Sukoco
Agar undangan terlihat lebih rapi dan berkesan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
1. Gunakan Bahasa Sopan dan Jelas
Pilih kata-kata yang santun dan mudah dipahami oleh semua kalangan.
2. Cantumkan Informasi Lengkap
Pastikan hari, tanggal, waktu, dan lokasi ditulis secara jelas agar tamu tidak kebingungan.
3. Tambahkan Sentuhan Personal
Anda bisa menambahkan nama keluarga, doa singkat, atau kutipan islami agar undangan terasa lebih hangat.
4. Pilih Desain yang Sederhana
Jika dibuat dalam bentuk cetak atau digital, gunakan desain yang bersih dan tidak berlebihan.
Seiring perkembangan teknologi, undangan walimatussafar kini tidak hanya dibuat dalam bentuk cetak.
Banyak keluarga yang mulai menggunakan undangan digital melalui aplikasi pesan instan atau media sosial.
Penggunaan undangan digital dinilai lebih praktis, hemat biaya, dan mudah disebarkan.
Namun demikian, esensi dari walimatussafar tetap sama, yaitu memohon doa restu dan mempererat hubungan sosial.***