Minggu, 5 Februari 2023

Senam Sehat Moderasi Beragama di Banjarnegara Pecahkan Rekor MURI

Senam sehat keberagaman yang diadakan di Alun-alun Banjarnegara, Minggu (21/1/2023). Senam ini, menjadi satu upaya menjaga kerukunan antar umat beragama di Banjarnegara. (Maula/Serayunews)

Senam sehat moderasi beragama yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara di Alun-alun Banjarnegara, Sabtu (21/1/2023) diikuti oleh ribuan peserta. Tak hanya itu, senam dalam rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama tahun 2023 ini juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).


Banjarnegara, serayunews.com

Senam dengan peserta yang mencapai 12.616 peserta ini, jauh melebihi target yang sebelumnya hanya dipatok sebanyak 11.000 peserta. Hal ini menunjukkan, Banjarnegara memiliki rasa keberagaman yang cukup tinggi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Karsono mengatakan, jalan dan senam sehat kerukunan umat beragama ini merupakan satu rangkaian dari peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag ke 77 tahun 2023.

“Kegiatan ini sesuai dengan tema Hari Amal Bhakti Kemenag tahun 2023 yang mengambil tema ‘Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat’. Membludaknya peserta kali ini, merupakan satu wujud dari masyarakat Banjarnegara yang tetap saling menghormati dalam keberagaman,” katanya.

Baca juga: Jelang Hari Ibu, GOW Banjarnegara Gelar Jalan Sehat dan Senam Bersama

Selain itu, dia juga mengatakan jika kegiatan ini berkat kerjasama dan sinergitas Pemerintah Daerah, Forkompinda Banjarnegara yang bersama-sama menjaga kondisifitas dan saling menghargai keberagaman yang ada di Banjarnegara.

Sementara itu, Pj Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto mengatakan, senam sehat moderasi beragama sangat positif. Sebab dalam kegiatan ini, tidak hanya dari keluarga besar Kemenag saja, tetapi juga semua unsur masyarakat terlibat, tidak melihat suku, agama, maupun golongan.

“Ini merupakan bagian dari penanaman toleransi umat beragama, harus kita tanamkan sejak dini kepada penerus-penerus bangsa. Melalui senam ini, kita tidak lagi membedakan suku, bahasa dan agama,” ujarnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini