
SERAYUNEWS – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyegaran di jajaran direksi. Lantas, siapa Mega Satria?
Pasalnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja perusahaan energi milik negara tersebut.
Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah penunjukan Mega Satria sebagai Direktur Keuangan Pertamina, menggantikan Emma Sri Martini.
Perubahan struktur direksi ini terpantau dari pembaruan yang ditampilkan di situs resmi Pertamina pada Rabu (4/2).
Bersamaan dengan itu, Emma Sri Martini bergeser ke posisi Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, menggantikan A. Salyadi Dariah Saputra.
Rotasi ini menandai babak baru dalam kepemimpinan Pertamina di tengah tantangan sektor energi yang terus berkembang.
Penunjukan Mega Satria sebagai Direktur Keuangan bukanlah keputusan tanpa dasar.
Ia dikenal sebagai sosok profesional dengan rekam jejak panjang di bidang keuangan korporasi, khususnya di perusahaan besar dan BUMN strategis.
Posisi Direktur Keuangan di Pertamina memiliki peran krusial, mengingat perusahaan ini mengelola aset besar, proyek bernilai triliunan rupiah, serta memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika global energi.
Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Mega Satria diharapkan mampu memperkuat struktur keuangan Pertamina, meningkatkan efisiensi, serta mendukung agenda transformasi perusahaan yang terus digencarkan dalam beberapa tahun terakhir.
Jika Anda menilik latar belakang pendidikannya, Mega Satria memiliki fondasi akademik yang kuat di bidang bisnis dan manajemen.
Ia meraih gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University, Amerika Serikat, pada 1998.
Pendidikan tersebut memberikan dasar pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen bisnis, keuangan, dan pengambilan keputusan strategis.
Tak berhenti di situ, Mega Satria melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Loyola University of Chicago, Amerika Serikat, pada 1999.
Bekal pendidikan internasional ini menjadi nilai tambah dalam perjalanan kariernya, terutama saat berhadapan dengan kompleksitas bisnis global dan tata kelola perusahaan modern.
Pengalaman profesional Mega Satria terbilang panjang dan beragam.
Ia telah menduduki berbagai posisi strategis yang berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan dan manajemen risiko.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor niaga dan distribusi energi.
Selain itu, Mega Satria juga memiliki pengalaman luas di sektor kepelabuhanan.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).
Pengalaman ini menunjukkan kemampuannya mengelola keuangan di perusahaan dengan aset besar dan aktivitas operasional yang kompleks.
Di sektor pertambangan dan transportasi udara, Mega Satria juga pernah dipercaya sebagai Direktur Keuangan PT Bukit Asam Tbk dan Direktur Keuangan PT Citilink Indonesia.
Ia bahkan sempat mengemban peran ganda sebagai Direktur Keuangan & SDM PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, yang memperlihatkan kapasitasnya dalam mengelola aspek finansial sekaligus sumber daya manusia.
Sebagai Direktur Keuangan Pertamina, Mega Satria menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Pertamina saat ini berada di persimpangan strategis, antara menjaga ketahanan energi nasional, melakukan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan, serta memastikan kinerja keuangan tetap sehat.
Anda tentu memahami bahwa fluktuasi harga energi global, kebutuhan investasi besar, dan tuntutan efisiensi menjadi isu utama yang harus dikelola dengan cermat.
Dengan pengalaman lintas sektor yang dimilikinya, Mega Satria diharapkan mampu menghadirkan pendekatan keuangan yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang.
Seiring dengan penunjukan Mega Satria, berikut adalah jajaran direksi Pertamina yang baru:
Perombakan ini mencerminkan upaya Pertamina memperkuat kepemimpinan perusahaan agar lebih siap menghadapi tantangan industri energi ke depan.
Dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman panjang di berbagai sektor strategis, Mega Satria diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan keuangan Pertamina.
Peran ini menjadi sangat penting untuk mendukung transformasi bisnis, meningkatkan daya saing global, serta menjaga kepercayaan publik terhadap BUMN energi kebanggaan Indonesia tersebut.***