
SERAYUNEWS- Kasus hilangnya pendaki di gunung-gunung Indonesia kembali menyita perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, sejak dua pekan terakhir.
Di tengah medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi dalam proses pencarian pendaki Syafiq, muncul satu nama yang kembali menjadi perbincangan nasional, yakni Rival Altaf.
Remaja asal Cilacap ini dikenal publik sebagai sosok yang viral dengan sebutan “anak indigo”, setelah sebelumnya terlibat dalam pencarian korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara pada November 2025.
Melansir akun komunitas pendaki dan media sosial seperti @exploregunung_, Rival Altaf yang merupakan seorang remaja yang viral sebagai anak indigo, yang secara sukarela membantu tim SAR dalam pencarian korban bencana longsor di Cilacap dan Banjarnegara, Jawa Tengah, pada November 2025.
“Sekarang (10/1/2026) telah tiba di basecamp gunung slamet. Atas inisiatif nya sendiri ingin membantu pencarian Syafiq Ali, pendaki asal magelang yang sudah 2 minggu belum ditemukan,” tulisnya.
Tanpa menunggu waktu lama, Rival menyatakan niatnya untuk membantu pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan atas inisiatif pribadi. Malam harinya, Rival bersama sejumlah relawan langsung naik menuju jalur pendakian Gunung Slamet.
“Minta doanya teman-teman, semoga Syafiq Ridhan Ali Razan cepat ditemukan,” ujar Rival dalam unggahan yang beredar luas di media sosial.
Informasi dari komunitas pendaki menyebutkan, Rival bersama delapan personel relawan bergerak menuju Pos 5 sekitar pukul 16.30 WIB untuk melanjutkan penyisiran.
Hingga Minggu, 11 Januari 2026, pencarian Syafiq telah memasuki hari ke-14. Operasi SAR resmi oleh Basarnas sebenarnya telah ditutup sejak Rabu, 7 Januari 2026, namun pemantauan dan penyisiran tetap dilakukan secara bergilir oleh relawan dan komunitas pendaki karena korban belum ditemukan.
Melansir akun @jejakpendaki pada Minggu sore (11/1/2026), saat proses pencarian survivor Ali di Pos 5 Gunung Slamet, para relawan bertemu dengan Rival. Ia menyampaikan bahwa Ali diduga berada di sekitar Segara Wedi, kawasan puncak Gunung Slamet.
“Meski waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB, semangat para relawan tak surut. Mereka tetap berupaya naik menuju puncak. Menurut keterangan Rival, sepatu Ali masih terlihat, namun tertimbun pasir,” tulisnya.
Dijelaskan, namun alam berkata lain. Cuaca di Segara Wedi memburuk, badai turun dengan jarak pandang hanya sekitar dua meter. Demi keselamatan bersama, para relawan akhirnya memutuskan untuk turun.
“Perjuangan belum usai. Harapan dan doa terus menyertai langkah pencarian. Semoga ini menjadi sebuah titik terang, survivor Ali dapat ditemukan,” harapnya.
Syafiq, warga Kramat Utara, Magelang Utara, dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Saat kejadian, Syafiq mendaki bersama Himawan Choidar Bahran, warga Secang, Magelang. Keduanya memulai pendakian pada Jumat (27/12).
Himawan berhasil ditemukan tim SAR pada Selasa (30/12/2025), sedangkan Syafiq hingga kini masih dalam proses pencarian.
Nama Rival Altaf (16) dikenal luas setelah sejumlah media melaporkan keterlibatannya dalam pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Banjarnegara pada November 2025.
Dalam peristiwa tersebut, Rival disebut membantu menunjukkan titik lokasi korban yang tertimbun material longsor, termasuk seorang ibu hamil dan dua anaknya.
Ia mengklaim menggunakan “indra keenam” untuk merasakan keberadaan korban, di tengah keterbatasan alat dan cuaca ekstrem.
Sejumlah video yang menampilkan klaim tersebut viral di TikTok dan Instagram, menjadikan Rival figur yang menuai perhatian sekaligus perdebatan publik.
Kehadiran Rival Altaf dalam pencarian Syafiq di Gunung Slamet kembali memunculkan diskusi nasional terkait penggunaan klaim supranatural dalam situasi darurat.
Sebagian masyarakat menilai kehadiran Rival sebagai bentuk ikhtiar tambahan di tengah keterbatasan, sementara pihak lain mengingatkan pentingnya tetap mengedepankan metode ilmiah, standar keselamatan, dan komando resmi SAR agar tidak menimbulkan risiko baru maupun disinformasi di lapangan.
Kasus hilangnya Syafiq Ali menambah daftar panjang pendaki yang dilaporkan hilang atau meninggal dunia di gunung-gunung Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
Meningkatnya aktivitas pendakian, ditambah cuaca ekstrem yang kian sering terjadi, menjadi tantangan serius bagi keselamatan pendaki.
Hingga kini, doa dan harapan terus mengalir dari masyarakat agar Syafiq Ridhan Ali Razan segera ditemukan dalam kondisi terbaik.
“Semoga Allah memudahkan pencarian dan menghadirkan kabar baik,” tulis salah satu relawan dalam unggahan media sosial.