
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Sinopsis film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali menghadirkan kisah keluarga yang tidak hanya berbicara tentang cinta. Cek sinopsis selengkapnya di sini.
Pasalnya, film drama keluarga ini dijadwalkan mulai menyapa penonton di bioskop Indonesia pada Kamis, 30 Juli 2026.
Ceritanya mengikuti kehidupan Dinar, seorang perempuan muda yang harus menghadapi berbagai persoalan setelah kehidupan keluarganya perlahan berada dalam situasi sulit.
Di tengah masalah yang datang bertubi-tubi, Dinar juga menemukan sosok Faiz. Pertemuan tersebut sempat memberikan warna baru dalam kehidupannya.
Namun, hubungan mereka harus berhadapan dengan kenyataan yang jauh lebih rumit daripada sekadar persoalan cinta.
Dinar menjalani kehidupan sederhana bersama Mama Endang. Bagi Dinar, sang ibu bukan sekadar orang tua, tetapi juga satu-satunya sosok yang selalu berada di sisinya.
Mama Endang membesarkan Dinar dengan penuh kasih sayang. Setelah kepergian ayah Dinar, keluarga mereka ternyata masih harus menghadapi persoalan yang ditinggalkan.
Ada utang yang harus diselesaikan. Di saat yang sama, Mama Endang juga diam-diam berjuang menghadapi penyakit kanker yang dideritanya.
Namun, kondisi tersebut sengaja disembunyikan Mama Endang dari Dinar.
Ia memilih menanggung beban seorang diri agar putrinya tetap dapat menjalani kehidupan tanpa terus memikirkan persoalan keluarga.
Keadaan mulai berubah setelah Dinar bertemu dengan Faiz. Kehadiran pria tersebut memberikan pengalaman baru bagi Dinar sekaligus membuka harapan mengenai kehidupan dan masa depan yang lebih bahagia.
Faiz datang dengan cinta yang sederhana. Hubungan keduanya pun berkembang dan diterima dengan baik oleh Mama Endang.
Sayangnya, kebahagiaan Dinar tidak berlangsung mudah. Berbagai kebutuhan mulai menghimpitnya. Ia harus memikirkan biaya pendidikan, utang keluarga, sekaligus pengobatan Mama Endang.
Persoalan yang awalnya dapat disimpan Mama Endang akhirnya ikut memengaruhi kehidupan Dinar.
Di satu sisi, Dinar ingin tetap melanjutkan kuliah dan menjalani masa depannya. Di sisi lain, ia tidak dapat mengabaikan kondisi ibunya yang membutuhkan pengobatan.
Beban utang keluarga juga menjadi persoalan lain yang harus dipikirkan.
Dinar akhirnya berada dalam kondisi yang membuatnya harus mencari jalan keluar dengan cepat. Saat itulah Firman datang menawarkan bantuan.
Firman bersedia membantu Dinar menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapinya. Namun, tawaran tersebut ternyata memiliki syarat yang membuat Dinar berada dalam posisi sulit.
Dinar kemudian harus memilih. Ia dapat terus berusaha menyelesaikan masalahnya satu per satu meski membutuhkan perjuangan panjang, atau menerima bantuan Firman dengan konsekuensi yang tidak sederhana.
Dilema tersebut menjadi salah satu konflik utama dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.
Kehadiran Faiz membuat perjalanan Dinar tidak hanya berkutat pada persoalan keluarga dan ekonomi.
Faiz menjadi sosok yang membawa harapan baru bagi Dinar. Hubungan keduanya menggambarkan impian tentang masa depan yang ingin dibangun bersama.
Namun, realitas kehidupan membuat Dinar harus memikirkan hal-hal yang lebih mendesak.
Kondisi Mama Endang, kebutuhan kuliah, serta utang keluarga membuat keputusan Dinar menjadi semakin sulit.
Sementara itu, tawaran Firman menghadirkan jalan keluar yang tampak berbeda dari pilihan yang selama ini dimiliki Dinar.
Dari sini, film tersebut membawa penonton mengikuti pergulatan Dinar ketika cinta dan kebutuhan hidup berada di dua sisi yang berlawanan.
Davina Karamoy dipercaya memainkan karakter Dinar sebagai tokoh utama. Perjalanan hidup Dinar menjadi pusat cerita sekaligus penghubung berbagai konflik yang terjadi sepanjang film.
Sementara itu, Farhan Rasyid berperan sebagai Faiz, laki-laki yang hadir dan membawa kisah cinta baru ke dalam kehidupan Dinar.
Karakter Firman diperankan oleh Bismo Satrio. Sosok inilah yang kemudian menawarkan bantuan kepada Dinar ketika perempuan tersebut sedang menghadapi tekanan hidup.
Adapun Vonny Anggraini berperan sebagai Mama Endang. Karakter tersebut memiliki peran penting karena rahasia mengenai penyakit dan persoalan keluarga yang disimpannya menjadi bagian dari perjalanan emosional Dinar.
Film ini juga diperkuat sejumlah pemain lainnya.
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali digarap oleh Muhammad Amrul Ummami. Sementara naskah film ditulis oleh Muhammad Ali Ghifari.
Film drama keluarga ini diproduseri oleh Muhammad Ali Ghifari, Muhamad Iqbal, Ryan Kurniawan, dan Andre M Addin.
Untuk produksinya, film tersebut dikerjakan oleh Langit Pictures dan FMM Studios.
Kombinasi cerita keluarga, persoalan ekonomi, hubungan anak dan orang tua, serta pilihan dalam percintaan membuat film ini memiliki konflik yang berlapis.
Bagi Anda yang penasaran dengan kelanjutan kisah Dinar, Andai Waktu Bisa Diulang Kembali dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai Kamis, 30 Juli 2026.
Film ini menawarkan cerita tentang seorang perempuan yang harus menghadapi kenyataan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti dapat menjalani kehidupan dengan mudah.
Dinar juga harus berhadapan dengan pilihan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Keputusan yang diambilnya bukan hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi juga masa depan, hubungan dengan Faiz, dan kehidupan Mama Endang.
Pada akhirnya, judul Andai Waktu Bisa Diulang Kembali terasa relevan dengan perjalanan Dinar.
Sebab, ketika seseorang berada di persimpangan hidup, penyesalan sering kali muncul setelah sebuah keputusan dibuat.
Film ini pun mengajak Anda melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu, cinta, masalah ekonomi, dan pengorbanan dapat bertemu dalam satu perjalanan kehidupan.***