Minggu, 27 November 2022

Soal Penanganan Banjir Cilacap Timur, Pemkab Minta Bantuan Percepatan ke Pemerintah Pusat

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman saat memberikan keterangan, Kamis (10/11/2022). (Ulul Azmi/Serayunews)

Banjir kerap melanda wilayah Cilacap bagian timur hingga mengganggu aktivitas perekonomian dan produktivitas pertanian. Sejumlah pihak pun mendesak agar secepatnya bisa teratasi, termasuk meminta bantuan penanganan ke pemerintah pusat.


Cilacap, serayunews.com

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan, soal penanganan banjir di wilayah Cilacap bagian timur, pihaknya akan membawa permasalahan ini ke tingkat pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan DPR RI.

Karena menurutnya, dari sejumlah usulan yang masuk, selain adanya normalisasi sungai juga pembuatan embung di dua titik lokasi seperti Buntu Kroya Cilacap dan Tambak Banyumas. Sebab di dua titik itu dinilai dapat mengurangi banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Kroya dan Nusawungu.

“Bagaimana wacana mendorong ke BBWS Serayu Opak dan Kementerian PUPR, termasuk saya juga berkomunikasi dengan anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti untuk bagaimana solusinya. Nyatanya di daerah Jeruklegi juga ada embung,” ujarnya, Kamis (10/11/2022).

Menurut Syamsul, usulan adanya embung juga dinilai efektif. Sebab selain untuk mengurangi banjir, juga bisa untuk sektor pertanian di saat musim kemarau.

“Ini harapannya di wilayah timur juga ada embung untuk atasi banjir dan pertanian. Embung ini bermanfaat, selain mengurangi banjir dan bermanfaat untuk pertanian di kala musim kering,” ujarnya.

Kewenangan BBWS SO

Banjir di Cilacap bagian timur salah satunya karena jebolnya tanggul anakan sungai dan pendangkalan sungai seperti Sungai Tipar dan Sungai Ijo. Kewenangan hal itu ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO).

“Kalau bicara lambat memang wilayah BBWS SO tidak hanya di Cilacap, mereka punya prioritas. Saya seringkali beberapa kali ke BBWS menyampaikan bahwa setiap tahun BBWS punya prioritas untuk pembenahan dan pembangunan infrastruktur. Kita sebenarnya sudah mengusulkan dan informasi tahun 2023 akan normalisasi Sungai Ijo yang harapannya untuk bagaimana meminimalisir banjir,” ujarnya.

Syamsul mengajak semua pihak untuk turut aktif dalam mendorong penanganan banjir di wilayah Cilacap, salah satunya di Cilacap bagian timur tersebut.

“Kita jangan patah semangat terus berjuang melalui kemampuan yang ada Pemda aktif, Dinas aktif, Bupati dan Wakilnya aktif, kita mendorong Legislatif aktif, saya berkomitmen mendorong ke DPR RI supaya terealisir,” tutupnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini