
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – One Piece Chapter 1192 menghadirkan perkembangan mengejutkan dalam pertarungan Luffy dan Imu di Elbaf.
Di tengah pertarungan sengit, Usopp akhirnya kembali muncul dan menegaskan bahwa kelompok Topi Jerami tidak akan meninggalkan para raksasa.
Bab berjudul “We Will Never Forgive” ini juga ditutup dengan kejutan besar. Setelah serangan Luffy berhasil menembus pertahanan Imu, tubuh penguasa misterius Pemerintah Dunia itu justru terlihat meregang seperti karet.
Chapter 1192 melanjutkan pertarungan yang terjadi pada bab sebelumnya. Serangan gabungan Loki, Luffy, dan Hajrudin berhasil membuat Imu terpental cukup jauh.
Luffy bersama Loki kemudian mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali menyerang. Namun, Imu memperlihatkan kemampuan pertahanan baru bernama Shield of Emptiness.
Saat Luffy mencoba menghantam pertahanan tersebut, serangannya tidak mampu menembus perisai. Kontak dengan kemampuan Imu bahkan membuat tangan Luffy mengalami luka.
Melihat situasi yang semakin berbahaya, Scopper Gaban meminta Luffy dan kelompoknya menghentikan serangan.
Menurutnya, melanjutkan pertarungan dalam kondisi tersebut tidak akan memberikan hasil yang menguntungkan.
Di tengah situasi genting itu, Usopp akhirnya kembali muncul. Ia terlihat berada di atas bahu Hajrudin setelah sebelumnya tidak tampak dalam pertarungan.
Gaban sempat mempertanyakan keberadaan Usopp. Namun, ketika muncul wacana untuk meninggalkan medan pertempuran, Usopp justru menegaskan bahwa mereka tidak bisa begitu saja meninggalkan para raksasa di Elbaf.
Usopp mengingat bantuan yang selama ini diberikan para raksasa kepada kelompok Topi Jerami.
Baginya, hubungan yang telah terjalin dengan para raksasa bukan sesuatu yang bisa ditinggalkan ketika keadaan berubah menjadi sulit.
Menariknya, Usopp juga menegaskan bahwa status Luffy sebagai Joy Boy maupun Nika bukan alasan utama baginya untuk tetap bertarung. Bagi Usopp, yang lebih penting adalah kebebasan Luffy dan teman-temannya.
Dari pernyataan inilah muncul kalimat yang menjadi judul chapter, “We Will Never Forgive.”
Usopp menegaskan bahwa mereka tidak akan memaafkan siapa pun yang berusaha merampas kebebasan Luffy dan para raksasa, meski tindakan tersebut dilakukan dengan alasan menyelamatkan Elbaf.
Pernyataan Usopp tampaknya kembali membangkitkan semangat kelompok Luffy. Setelah itu, Luffy menemukan cara baru untuk menyerang Imu.
Ia menempelkan tubuhnya pada palu milik Loki. Loki kemudian mengayunkan palu tersebut, membuat Luffy melesat dengan memanfaatkan momentum dan kekuatan petir.
Luffy pun bergerak langsung menuju Imu sebelum melancarkan serangan Gomu Gomu no Dawn Thor Bullet.
Serangan tersebut akhirnya berhasil menembus Shield of Emptiness milik Imu. Dampak serangannya terlihat cukup besar, dengan mata Imu tampak memutih setelah terkena serangan Luffy.
Namun, kejutan terbesar dalam One Piece Chapter 1192 justru muncul setelah serangan tersebut mengenai Imu.
Tubuh Imu, terutama pada bagian perut, terlihat mendadak meregang seperti karet. Panel itu langsung memunculkan pertanyaan baru mengenai kemungkinan hubungan antara kemampuan Imu dan kekuatan yang dimiliki Luffy.
Chapter 1192 belum memberikan penjelasan mengenai penyebab tubuh Imu dapat meregang.
Belum diketahui apakah hal itu merupakan kemampuan asli Imu, efek dari serangan Luffy, atau justru petunjuk mengenai hubungan yang lebih besar antara Imu, Nika, dan Joy Boy.
Dengan demikian, One Piece Chapter 1192 ditutup dengan keberhasilan Luffy menembus pertahanan Imu menggunakan Gomu Gomu no Dawn Thor Bullet.
Namun, alih-alih memberikan jawaban, bab ini justru meninggalkan misteri baru ketika tubuh Imu terlihat memiliki sifat yang menyerupai karet.
Misteri tersebut berpotensi menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap hubungan sebenarnya antara Imu, kekuatan Nika, dan Joy Boy dalam kelanjutan cerita One Piece. (Soultan Albar)