
BANYUMAS, SERAYUNEWS-Perhelatan Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) yang dipusatkan di Hetero Space Banyumas hadir memberikan warna baru bagi peta gerakan literasi di Jawa Tengah. Acara yang berlangsung 14-16 September 2026 ini dirancang sebagai wadah terbuka dan berkelanjutan untuk merangkul para penulis, seniman, hingga komunitas akar rumput agar dapat saling berinteraksi serta memperluas ruang ekspresi karya.
Dikutip dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Banyumas, kehadiran festival literasi ini dilatarbelakangi oleh dorongan untuk menghidupkan kembali denyut membaca dan menulis di daerah yang dinilai masih menghadapi tantangan keterbatasan akses.
Lewat pendekatan yang kreatif dan membumi, BIL Fest tidak hanya berfungsi sebagai sarana kumpul pencinta buku, tetapi juga sebagai panggung inklusif yang mendorong potensi pengarang lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Antusiasme pengunjung terbangun melalui beragam agenda yang memadukan unsur edukasi dan seni hiburan. Rangkaian forum diskusi sastra diisi oleh sejumlah figur literasi, salah satunya sastrawan senior asal Banyumas, Ahmad Tohari, yang memberikan dukungan serta pandangannya terkait perkembangan ekosistem tulis-menulis daerah.
Atmosfer festival bakal makin hidup dengan adanya pameran komik, bazar literatur dari penerbit independen, serta panggung pertunjukan yang menampilkan seni musik dan pembacaan puisi karya komunitas lokal.
Lebih dari sekadar ajang perayaan, festival ini menekankan pentingnya keberlanjutan melalui program pelatihan kreatif dan sesi bertukar gagasan antar-Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di wilayah sekitar. Sinergi kolektif tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca yang lebih merata, berdampak jangka panjang, serta memicu keberanian generasi muda untuk terus berkarya. (jovinsa nizar kusumah)