
SERAYUNEWS — Stasiun Bumiayu kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi kereta api, tetapi juga berkembang menjadi gerbang wisata dan penggerak ekonomi di wilayah Brebes selatan.
Sebagai stasiun kelas II yang berada di wilayah Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, stasiun ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat sekaligus penghubung berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan Stasiun Bumiayu memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas masyarakat.
“Stasiun Bumiayu bukan hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga bagian penting dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Brebes selatan,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Keberadaan stasiun ini memudahkan masyarakat menjangkau berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Jember.
Selain ramai sebagai pusat transportasi, Stasiun Bumiayu juga dikenal memiliki panorama alam yang memikat. Dikelilingi perbukitan hijau khas Brebes selatan, kawasan stasiun kerap disebut sebagai salah satu stasiun tercantik di Indonesia.
Di sekitar stasiun, pengunjung juga dapat menikmati ikon lokal seperti Jembatan Sakalibel yang membentang di atas Sungai Keruh dan jalan lingkar Bumiayu.
Tak jauh dari kawasan stasiun, wisatawan juga bisa menuju Kebun Teh Kaligua yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan.
Dari sisi layanan, Stasiun Bumiayu melayani 39 perjalanan kereta api setiap hari. Penumpang dapat menikmati perjalanan langsung menuju berbagai kota besar di Jawa menggunakan layanan kereta ekonomi hingga eksekutif.
KAI juga menghadirkan layanan kereta bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO). Salah satu kereta PSO yang berhenti di Stasiun Bumiayu adalah KA Bengawan.
Kereta tersebut melayani relasi Purwosari–Pasarsenen dengan tarif menuju Jakarta sekitar Rp70 ribu hingga Rp74 ribu.
Data KAI menunjukkan jumlah penumpang di Stasiun Bumiayu terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, rata-rata penumpang berangkat dan datang mencapai 15.709 orang per bulan. Jumlah itu naik menjadi 18.465 penumpang pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 21.726 penumpang pada 2025.
Sementara hingga April 2026, rata-rata volume penumpang telah mencapai 25.865 orang per bulan.
Menurut As’ad, tren peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sekaligus memperkuat posisi Stasiun Bumiayu sebagai pusat mobilitas masyarakat Brebes selatan.
“KAI Daop 5 Purwokerto akan terus meningkatkan kualitas layanan di Stasiun Bumiayu, baik dari sisi fasilitas, keselamatan, maupun kenyamanan pelanggan. Kami berharap kehadiran stasiun ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Brebes selatan,” katanya.