
SERAYUNEWS – Nama Benjamin Šeško kembali jadi perbincangan hangat. Striker muda asal Slovenia itu tampil sebagai pahlawan kemenangan Manchester United saat bertandang ke markas Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Inggris, Selasa (24/2/2026) dini hari WIB.
Gol semata wayang Setan Merah lahir dari kepalanya, memanfaatkan umpan silang terukur dari Bryan Mbeumo. Satu sentuhan, satu gol, tiga poin. Tapi pertanyaannya: sampai kapan Šeško hanya jadi pemecah kebuntuan dari bangku cadangan?
Dalam beberapa laga terakhir Liga Inggris, Šeško memang lebih sering memulai pertandingan sebagai pemain pengganti. Ia kerap masuk menggantikan Matheus Cunha atau bahkan Mbeumo.
Namun uniknya, justru saat turun dari bangku cadangan, dampaknya terasa signifikan. Ia tak jarang menjadi penyelamat Manchester United dari kekalahan.
Contohnya saat bertandang ke markas West Ham United pada Rabu (11/2/2026). Setan Merah hampir tumbang 1-0, sebelum Šeško muncul di masa injury time dan menjebol gawang kiper Mads Hermansen. Satu momen, satu poin yang terselamatkan.
Kini, golnya ke gawang Everton seperti penegasan: ia bukan sekadar pelapis.
Di usia 22 tahun, Šeško memang masih tergolong muda. Namun secara atribut, ia nyaris komplet. Tinggi badan 195 cm, duel udara kuat, kecepatan mumpuni, kaki kanan-kiri sama tajamnya, dan fisik atletis. Tak heran jika ia kerap disebut-sebut sebagai penerus Zlatan Ibrahimović.
Masalahnya bukan pada kualitas individu. Tantangannya ada pada skema permainan racikan pelatih Michael Carrick.
Carrick kerap memakai pola dengan false nine atau mengandalkan pergerakan striker bayangan seperti Mbeumo maupun Cunha. Dalam sistem seperti itu, tipikal striker murni seperti Šeško belum tentu selalu cocok.
Namun, dengan produktivitas dan insting gol yang ia tunjukkan, rasanya sulit terus-menerus menempatkannya sebagai supersub.
Apakah Carrick akan tetap mempertahankan skema lama? Atau justru membangun sistem baru dengan Šeško sebagai pusat serangan?
Jika konsistensinya terjaga, bukan tidak mungkin Manchester United akan mengubah wajah lini depan mereka. Dan jika itu terjadi, Šeško tak lagi sekadar kartu truf dari bangku cadangan—melainkan ujung tombak utama Setan Merah. Kini bola ada di tangan Carrick.