
SERAYUNEWS– Anak muda dan pelajar perlu meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap masuknya paham radikalisme dan terorisme. Salah satunya dengan menumbuhkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila
Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Jateng Sumanto saat mengisi acara “Peningkatan Kewaspadaan dan Deteksi Dini Bagi Pemuda dan Pelajar Terhadap Potensi Terorisme dan Radikalisme” di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Acara tersebut digelar oleh Badan Kesbangpol Jateng.
Sumanto mendorong peran aktf sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah dalam deteksi dini penyebaran paham tersebut pada kalangan pemuda dan pelajar. Guru, orang tua, dan tokoh masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku yang mengarah ke radikalisasi.
“Jika ada tanda-tanda pelajar terpapar radikalisme, langkah pertama adalah pendekatan dialogis dan pembinaan. Setelah itu, laporan ke pihak berwenang dapat dilakukan,” katanya.
Sumanto juga mendorong penguatan pendidikan karakter dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, penguatan wawasan kebangsaan, keterampilan berpikir kritis, dan literasi digital menjadi penting. Sehingga, generasi muda tidak mudah terpengaruh narasi ekstrem yang beredar di media sosial.
Lebih lanjut Sumanto mengatakan, Jateng harus menjadi Benteng Pancasila dengan seluruh nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dia berharap masyarakat Jateng menjadi garda terdepan untuk melakukan perlawanan terhadap radikalisme dan terorisme dengan segala bentuk tantangan yang mengancam Pancasila dan NKRI.

“Saya mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Letakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.
Menurut Sumanto, Pancasila mengajarkan kehidupan bermasyarakat yang selaras, serasi, dan seimbang. Dia meminta masyarakat tetap mempererat tali persaudaraan dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, itulah jatidiri masyarakat Jateng yang cinta damai dan suka bermusyawarah, sehingga setiap kesulitan yang dihadapi dapat diupayakan solusinya.
Sumanto mengatakan, semua itu harus dilakukan karena stabilitas nasional dan daerah sangat penting agar pembangunan bisa berjalan optimal. Karena itu, mitigasi isu yang berpotensi menimbulkan konflik sosial perlu dilakukan.
“Mitigasi isu ini dalam pelaksanaannya perlu kerja sama, soliditas dan sinergitas antara pemerintah pusat, daerah serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.