Kamis, 1 Desember 2022

Sungai Serayu Meluap, Lebih dari 1.000 Rumah di Lima Kecamatan Terendam

Kondisi lima kecamatan di Kabupaten Banyumas terdampak luapan aliran Sungai Serayu

Lebih dari 1.000 rumah pada lima kecamatan di Kabupaten Banyumas terdampak luapan aliran Sungai Serayu. Informasi terakhir tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu, Kamis (3/12).


Banyumas, Serayunews.com

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Titik Pujiastuti mengatakan, kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Rawalo, Patikraja, Somagede, Kalibagor, dan Banyumas. Dengan rincian 300 rumah terdampak di Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor, Desa Kedunguter Kecamatan Banyumas 64 kepala keluarga (kk), Desa Sokawera Kecamatan Somagede ada 10 RT di dua RW dengan total hingga 600 rumah terdampak, serta Desa Pegalongan kecamatan Patikraja sekitar 20 rumah terdampak.

“Untuk yang lain kami masih melakukan pendataan lebih lanjut. Ini memang akibat luapan Sungai Serayu. Dalamnya ada yang sampai sedada orang dewasa. Ini wilayah Tambak, Sumpiuh, Kemranjen justru terkendali, ini justru tidak terduga kalau Sungai Serayu sampai seperti ini,” ujar dia.

Titik menambahkan, langkah awal yang dilakukan pihaknya, yakni menyiapkan sejumlah sembako serta mendirikan dapur umum. Dimana ditunjukan secara langsung kepada warga yang terdampak.

Baca Juga : Kapal Ponton Seberat 20 Ton Nyangkut di Pintu 4 Bendung Gerak Serayu

Baca Juga : Sungai Serayu Meluap, Dua RW di Desa Pegalongan Patikraja Terendam Banjir

“Kita buka dapur umum di tempat-tempat pengungsian seperti balai desa dan masjid. Kita belum membuka dapur umum sentral, karena kita fokuskan langsung ke masyarakat dulu,” kata dia.

Selama hujan lebat sejak Rabu (2/12), ada tiga aliran sungai yang meluap di wilayah Kabupaten Banyumas yakni Sungai Serayu, Klawing, dan Pelus. Bahkan di Kecamatan Kembaran ada dua rumah yang terseret aliran Sungai Pelus.

Sementara itu menurut Kades Sokawera, Karman, dari data yang berhasil dihimpun pihaknya, ada kurang lebih 600 rumah terdampak.

“Satu kadus yang terdampak. Di 10 RT 2 RW. Kejadian seperti ini terakhir 20 tahun lalu, sekitar tahun 2000,” kata dia.

Berita Terpopuler

Berita Terkini