
SERAYUNEWS – Simak susunan acara Tarling (Tarawih Keliling). Pasalnya, tradisi tersebut kembali menjadi agenda rutin masyarakat Muslim pada Ramadan 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rangkaian ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi yang mempertemukan jamaah lintas RT, RW, desa, hingga perangkat pemerintahan setempat.
Melalui Tarling, masjid dan musala bergantian menjadi tuan rumah, menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup dan merata di seluruh lingkungan.
Lantas, susunan acara Tarling 2026 diisi apa saja? Berikut ulasan lengkapnya, disusun secara ringkas, lugas, dan mudah diterapkan, sekaligus fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan.
Sebelum membahas susunan acara, penting memahami tujuan utama Tarling. Kegiatan ini dirancang untuk:
Dengan tujuan tersebut, susunan acara Tarling biasanya dibuat sederhana, tertib, dan bermakna.
Berikut contoh susunan acara Tarling yang lazim diterapkan di berbagai daerah dan dapat Anda gunakan sebagai referensi:
1. Pembukaan oleh Pembawa Acara (MC)
Acara dibuka oleh MC dengan salam dan ucapan selamat datang. MC juga menyampaikan garis besar rangkaian acara agar jamaah memahami alur kegiatan sejak awal.
Pembukaan biasanya singkat, padat, dan langsung mengarahkan jamaah pada ibadah utama.
2. Salat Isya Berjamaah
Setelah pembukaan, jamaah melaksanakan salat Isya berjamaah.
Bagian ini menjadi inti awal kegiatan Tarling dan dipimpin oleh imam setempat atau imam yang ditunjuk panitia.
3. Salat Tarawih dan Witir Berjamaah
Usai salat Isya, acara dilanjutkan dengan salat Tarawih dan Witir berjamaah.
Jumlah rakaat Tarawih menyesuaikan tradisi setempat, baik 8 rakaat maupun 20 rakaat. Kegiatan ini menjadi puncak ibadah dalam rangkaian Tarling.
4. Sambutan-sambutan
Setelah ibadah selesai, jamaah biasanya tetap berada di tempat untuk mengikuti sesi sambutan, yang meliputi:
5. Tausiah Agama atau Ceramah Singkat
Tausiah menjadi bagian penting dalam Tarling. Materi ceramah umumnya singkat, padat, dan relevan dengan suasana Ramadan, seperti:
Durasi tausiah biasanya disesuaikan agar jamaah tetap nyaman, terutama jika kegiatan dilakukan di malam hari.
6. Doa Bersama
Setelah tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama.
Doa dipanjatkan untuk kebaikan umat, keberkahan Ramadan, keselamatan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat setempat.
7. Penutup dan Ramah Tamah
Sebagai penutup, MC menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, seperti:
Momen ini menjadi ruang informal untuk berbincang dan mempererat keakraban antarjamaah.
Selain rangkaian utama, Tarling 2026 juga bisa dilengkapi dengan agenda tambahan sesuai kebutuhan dan kesepakatan panitia, antara lain:
Agenda tambahan ini bersifat opsional dan sebaiknya disesuaikan dengan waktu serta kondisi jamaah.
Perlu dicatat, susunan acara Tarling tidak bersifat baku.
Panitia dan penyelenggara dapat menyesuaikan urutan maupun durasi acara dengan kebutuhan setempat.
Faktor seperti jumlah jamaah, lokasi, waktu pelaksanaan, dan kondisi cuaca juga patut dipertimbangkan agar kegiatan berjalan lancar dan khidmat.
Dengan susunan acara yang tertata, Tarling 2026 diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
***