
SERAYUNEWS – Safari Ramadan menjadi salah satu agenda yang rutin digelar setiap memasuki bulan suci.
Istilah ini kerap terdengar, baik di lingkungan pemerintahan, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, hingga komunitas masyarakat.
Meski demikian, tidak semua orang memahami makna, tujuan, serta bentuk kegiatan yang termasuk dalam rangkaian Safari Ramadan.
Tradisi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sarat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
Di berbagai daerah, Safari Ramadan bahkan menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat secara langsung.
Pengertian Safari Ramadan Secara Bahasa dan Praktik
Secara istilah, Safari Ramadan merupakan gabungan dari kata “safari” dan “Ramadan”. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata safari merujuk pada perjalanan atau kunjungan jarak jauh yang dilakukan untuk tujuan tertentu, seperti ekspedisi, penelitian, atau kegiatan sosial.
Dalam konteks Ramadan, safari dimaknai sebagai kunjungan yang dilakukan selama bulan puasa untuk tujuan ibadah dan sosial.
Dengan demikian, Safari Ramadan dapat dipahami sebagai kegiatan kunjungan yang dilakukan secara berkelompok selama bulan Ramadan, baik oleh pemerintah, lembaga swasta, maupun organisasi kemasyarakatan, untuk menjalin silaturahmi sekaligus melaksanakan agenda keagamaan dan sosial.
Dalam praktiknya, kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengunjungi berbagai masjid, musala, sekolah, atau komunitas di sejumlah wilayah.
Namun, ada pula Safari Ramadan yang dipusatkan di satu lokasi tanpa berpindah-pindah tempat, tergantung konsep dan tujuan penyelenggara.
Contoh Kegiatan Safari Ramadan
Berikut beberapa contoh kegiatan Safari Ramadhan yang bisa dilaksanakan oleh sekolah, instansi, komunitas, maupun pemerintah desa.
Kegiatannya bisa disesuaikan dengan konsep formal atau santai, tergantung kebutuhan acara.
1. Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
Kegiatan paling umum dalam Safari Ramadhan adalah kunjungan ke masjid atau musala di berbagai wilayah untuk bersilaturahmi sekaligus buka puasa bersama warga. Biasanya diawali dengan sambutan dari tuan rumah, lalu tausiyah singkat sebelum berbuka.
2. Tausiyah dan Kajian Keislaman
Menghadirkan ustaz atau tokoh agama untuk memberikan ceramah bertema Ramadhan, seperti keutamaan puasa, memperbanyak sedekah, atau menjaga ukhuwah. Kegiatan ini bisa dikemas ringan dan interaktif agar jamaah tetap antusias.
3. Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Safari Ramadhan juga identik dengan berbagi. Panitia bisa menyalurkan bantuan berupa sembako, uang santunan, perlengkapan sekolah, atau alat ibadah kepada anak yatim dan keluarga kurang mampu.
4. Pembagian Takjil Gratis
Membagikan takjil di sekitar masjid atau di jalan raya menjelang waktu berbuka. Selain sederhana, kegiatan ini juga bisa melibatkan pemuda setempat agar suasana semakin hangat dan penuh kebersamaan.
5. Tarawih Keliling
Rombongan Safari Ramadhan melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid yang berbeda setiap malam. Biasanya disertai sambutan singkat dari pimpinan rombongan sebelum salat dimulai.
6. Dialog dan Aspirasi Warga
Dalam konteks pemerintahan, Safari Ramadhan bisa menjadi momen mendengar aspirasi masyarakat secara langsung.
Setelah salat Tarawih atau ceramah, diadakan sesi tanya jawab singkat terkait kebutuhan atau permasalahan warga.
7. Lomba Islami
Untuk memeriahkan suasana, bisa ditambahkan lomba seperti adzan, hafalan surat pendek, tilawah, atau cerdas cermat Islami. Kegiatan ini cocok jika Safari Ramadhan digelar di lingkungan sekolah atau desa.
8. Program Wakaf Al-Qur’an
Panitia dapat menyalurkan Al-Qur’an dan buku-buku keislaman ke masjid atau TPQ yang membutuhkan. Program ini sederhana tapi sangat bermanfaat untuk jangka panjang.
9. Pesantren Kilat Singkat
Jika dilaksanakan di sekolah, Safari Ramadhan bisa dirangkai dengan kegiatan pesantren kilat, seperti belajar fiqih puasa, praktik wudhu yang benar, hingga tadarus bersama.
10. Doa Bersama untuk Bangsa dan Keluarga
Menutup kegiatan dengan doa bersama agar Ramadhan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, sekaligus mempererat rasa persaudaraan.
Tujuan dan Fungsi Safari Ramadan
Tujuan utama Safari Ramadan adalah mempererat hubungan antarumat Muslim. Akan tetapi, fungsi kegiatan ini tidak berhenti pada aspek silaturahmi semata.
Dalam konteks pemerintahan, Safari Ramadan juga menjadi sarana komunikasi langsung antara pejabat daerah dan masyarakat.
Melalui forum yang dikemas dalam suasana religius, pemerintah dapat menyampaikan program pembangunan, mendengar aspirasi warga, serta melihat secara langsung kondisi sosial di lapangan.
Interaksi ini diharapkan mampu menciptakan jembatan hati antara pemimpin dan rakyat.
Selain itu, Safari Ramadan juga berfungsi sebagai bagian dari pembinaan kehidupan beragama.
Kehadiran tokoh agama, ulama, maupun pemuka masyarakat dalam kegiatan ini memberi ruang dialog terbuka melalui sesi tanya jawab, ceramah, dan diskusi ringan.
Tak kalah penting, Safari Ramadan sering kali disertai dengan penyaluran bantuan sosial. Bantuan tersebut dapat berupa dana, paket sembako, hingga perlengkapan pendidikan bagi pelajar.
Tujuannya adalah meningkatkan kepedulian sosial sekaligus meringankan beban masyarakat selama bulan puasa.
Dengan demikian, Safari Ramadan tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki nilai sosial, edukatif, dan komunikatif yang kuat.
Dengan pelaksanaan yang terencana dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, Safari Ramadan diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata, baik secara spiritual maupun sosial, sepanjang bulan suci dan bahkan setelahnya.***










