Kamis, 21 Oktober 2021

Target Tak Tercapai, Dinhub Banyumas Segera Tata Ulang Parkir

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie. (dok istimewa)

Selama pandemi Covid-19, target pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir di Kabupaten Banyumas tidak tercapai. Karenanya, Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas berencana akan menata ulang kawasan serta zona parkir.


Purwokerto, serayunews.com

Tahun 2020, target PAD parkir ditentukan Rp 1,5 miliar, namun hanya tercapai Rp 867 juta. Hal tersebut disebabkan banyaknya pembatasan aktivitas masyarakat serta sektor perdagangan di wilayah Banyumas.

“Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap pendapatan parkir, sampai target tidak bisa tercapai,” kata Kepala Dinhub Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Senin (27/9/2021).

Karenanya, Dinhub Kabupaten Banyumas berencana akan menata ulang kawasan dan zona parkir serta menghitung ulang potensi pendapatan parkir. Menurut Agus, penataan ulang kawasan parkir juga berhubungan dengan adanya peraturan daerah (perda) baru tentang parkir yang akan mulai diberlakukan tahun depan.

“Tahun depan ada perda baru tentang parkir, dimana untuk beberapa kawasan parkir seperti pasar dan tempat pariwisata tertentu, pengelolaannya akan diserahkan kepada Dinhub,” terangnya.

Kondisi saat ini total ada 46 zona parkir di seluruh Kabupaten Banyumas, mulai dari kawasan Kota Purwokerto hingga di luar Kota Purwokerto. Zona parkir tersebut, untuk wilayah dalam Kota Purwokerto akan dibuat lebih simpel, yaitu zona A dan B saja. Dimana zona A merupakan kawasan parkir pada lokasi yang padat dan ramai dan zona B pada lokasi yang standar keramaiannya. Untuk zona A, akan diberlakukan tarif yang lebih mahal. Hal tersebut dimaksudkan, selain untuk meningkatkan PAD parkir, juga untuk mengurangi kepadatan parkir di wilayah tersebut. Misalnya di wilayah sekitar Alun-Alun Purwokerto, Jalan Pungkurang yang berlokasi di belakang perkantoran Pemkab Banyumas, Jalan Jenderal Soedirman serta kawasan Kebondalem.

“Dengan diberlakukan tarif lebih mahal, maka diharapkan parkir di lokasi yang padat tersebut akan berkurang sedikit demi sedikit, dengan demikian juga akan mengurangi kepadatan arus kendaraan serta parkir di lokasi tersebut,” jelasnya.

Penataan juga akan dilakukan terhadap pembagian kawasan parkir. Saat ini kawasan parkir tidak urut dan ada beberapa lokasi yang meloncat-loncat. Sehingga akan ditata dengan lebih teliti dan urut, untuk mempermudah dalam menghitung potensi pendapatan parkir.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini