
SERAYUNEWS — Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menunjukkan keseriusannya dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Kali ini, ratusan benih ikan gurame dan lele ditebar sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang sekaligus mendukung ketahanan pangan, Rabu (3/6/2026).
Tak sekadar budidaya ikan biasa, program ini juga menghadirkan inovasi unik. Selain memanfaatkan kolam konvensional, Rutan Banyumas menggunakan galon air mineral bekas sebagai media pembesaran ikan alternatif. Cara ini diterapkan untuk menyiasati keterbatasan lahan sekaligus mengenalkan konsep urban farming yang ramah lingkungan kepada warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, Rutan Banyumas menebar sebanyak 735 ekor benih ikan gurame dan 100 ekor benih ikan lele. Ratusan benih itu diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas kolam produktif yang selama ini dikelola untuk mendukung program ketahanan pangan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, yang memantau langsung kegiatan tersebut mengatakan program budidaya perikanan menjadi salah satu sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Penebaran benih ikan gurame dan lele ini adalah langkah nyata kita dalam memperkuat program ketahanan pangan, sekaligus memastikan fungsi pembinaan kemandirian berjalan dengan optimal di dalam Rutan,” ujarnya.
Menurut Anggi, warga binaan tidak hanya diajak mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga diberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
“Melalui budidaya perikanan ini, kami berharap para warga binaan tidak hanya sekadar mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi benar-benar menyerap ilmu dan keterampilan budidaya secara mendalam. Apalagi dengan adanya inovasi media galon bekas, mereka belajar bahwa keterbatasan modal atau lahan bukan halangan untuk produktif. Ketika mereka bebas nanti dan kembali ke masyarakat, keahlian ini bisa menjadi bekal berharga untuk membuka usaha mandiri yang produktif dan bernilai ekonomis,” katanya.
Seluruh proses perawatan, mulai dari pemberian pakan hingga pemeliharaan kualitas air kolam maupun media galon, akan dikelola langsung oleh warga binaan yang mengikuti program asimilasi dengan pendampingan petugas pemasyarakatan.
Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil panen budidaya ikan tersebut nantinya juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal serta berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Melalui program ini, Rutan Banyumas berharap pembinaan kemandirian dapat terus berkembang sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.