
SERAYUNEWS – Cuaca ekstrem semakin sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Simak doa ketika angin kencang.
Pasalnya, salah satu fenomena alam yang kerap muncul dan berpotensi membahayakan adalah angin kencang.
Angin yang bertiup terlalu kuat dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, selain meningkatkan kewaspadaan, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Doa ketika angin kencang telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Islam memandang bahwa angin bukan sekadar gejala alam, melainkan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang bisa membawa rahmat sekaligus peringatan bagi manusia.
Angin disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu bukti kebesaran Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al Baqarah ayat 164:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”
Ayat ini menegaskan bahwa pergerakan angin terjadi atas kehendak Allah, sehingga manusia dianjurkan untuk bersikap rendah hati, tidak sombong, dan selalu bergantung kepada-Nya.
Berikut beberapa doa ketika angin kencang yang dapat Anda amalkan. Doa-doa ini bersumber dari hadits dan kitab rujukan yang sahih.
1. Doa Angin Kencang Versi Pertama
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarriha
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Doa ini mencerminkan sikap seimbang seorang muslim, yaitu berharap kebaikan sekaligus memohon perlindungan dari potensi bahaya.
2. Doa Angin Kencang Versi Kedua
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ
Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
Doa ini lebih lengkap karena mencakup sebab, proses, dan dampak dari angin yang berhembus.
3. Hadits tentang Sikap Menghadapi Angin
Dalam sebuah hadits disebutkan:
عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها
Artinya:
“Dari Sayyidina Abu Hurairah RA beliau berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.'”
Hadits ini menegaskan larangan mencela cuaca serta pentingnya menjaga adab kepada Allah SWT.
4. Doa Saat Cuaca Buruk dan Hujan Deras
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina…
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami…” (HR Bukhari)
Doa ini sering dibaca ketika hujan disertai angin kencang agar tidak menimbulkan bencana.
Membaca doa ketika angin kencang merupakan bentuk ikhtiar batin.
Namun, Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar lahir.
Adapun seperti menghindari area berbahaya, mengamankan barang di luar rumah, dan mengikuti imbauan keselamatan dari pihak berwenang.
Dengan memadukan doa dan kewaspadaan, seorang muslim diharapkan mampu menghadapi cuaca ekstrem dengan tenang, penuh iman, dan tetap menjaga keselamatan.***