Jumat, 12 Agustus 2022

Terhempas Ombak, Dua Nelayan dilaporkan Hilang

Basarnas Cilacap, RIG, Pantai Selatan
Ilustrasi : Tim Basarnas menggunakan RIB Inflatable Boat (RIB) untuk mencari korban tenggelam di pantai selatan Cilacap, Foto : Adi Kurniawan, serayunews.com

Cilacap, Serayunews.com – Demi menyambung hidup, para nelayan Cilacap tetap nekad melaut meski gelombang tinggi mengancam maut. Meski peringatan saat gelombang tinggi selalu disampaikan kepada para kelompok nelayan, tetapi masih saja ada yang nekad. Kecelakaan laut akibat perahu terhempas gelombang tinggi juga kerap terjadi.

Seperti peristiwa di Pantai Lengkong Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara. Dua Nelayan hilang di pantai Lengkong, Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara. Senin (16/9/2019) sekitar pukul 12.16 WIB.

Baca juga  Ditinggal Nonton TV Usai Goreng Pisang, Rumah di Adipala Nyaris Ludes Terbakar

Koordinator Basarnas Pos Sar Cilacap Mulwahyono, kejadian tersebut terjadi ketika 3 nelayan dalam satu kapal hendak pulang dari mencari ikan.

“Namun sesampainya di pantai lengkong, perahu yang mereka tumpangi terhantam ombak. Peristiwa ini menyebabkan 2 Nelayan hilang dan masih dalam pencarian, sedang 1 penumpang lainnya berhasil selamat,” jelasnya

Lebih lanjut Mulwahyono menjelaskan terkait 2 nelayan yang hilang tersebut. Yakni bernama Seno (28), warga Jalan Tupai RT 03 RW 14, Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara. Satu korban lain yang hilang yaitu Maryono (40), warga Desa Brebeg RT 04 RW 06, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Baca juga  Jangan Keliru! Tiga Desa di Banyumas Ini Memiliki Nama yang Sama

Diketahui, BMKG Cilacap telah memberikan Surat edaran tentang potensi Gelombang tinggi di wilayah perairan selatan jawa (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Jogja).

Dalam rilisnya Sabtu 14 September 2019 pagi, BMKG Cilacap menyatakan bahwa. Potensi gelombang tinggi tersebut yaitu 4 sampai dengan 6 meter.

Berita Terkait

Berita Terkini