Rabu, 20 Oktober 2021

Terkait Arisan Bodong di Banjarnegara, Polsek Siap Lakukan Mediasi

Arisan onepay. (Dok istimewa)

Adanya aduan masyarakat terkait adanya dugaan arisan bodong di Banjarnegara, Kapolsek Banjarnegara siap memberikan fasilitas mediasi antara para korban dengan terduga pelaku pengelola arisan investasi.


Banjarnegara, serayunews.com

Kapolsek Kota Banjarnegara Iptu Tri Atmojo Budi Hartanto membenarkan adanya aduan masyarakat terkait arisan bodong yang diduga merugikan puluhan nasabah. Untuk itu, pihaknya siap melakukan mediasi para pihak agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Memang ada aduan itu, para korban ini menginginkan adanya pengembalian uang mereka, sehingga kita fasilitasi untuk melakukan mediasi demi mencari jalan yang terbaik,” katanya.

Menurutnya, langkah mediasi ini sesuai dengan keinginan para pengadu pada pihak Polsek Kota. Dia juga berharap setelah adanya pertemuan tersebut akan terjadi kesepakatan dan solusi dari permasalahan tersebut.

“Langkah mediasi sudah kami lakukan, termasuk memanggil terduga pengelola arisan, namun sampai hari ini belum ada tanggapan,” katanya.

Seperti diketahui, puluhan warga Banjarnegara mengaku tertipu dengan adanya arisan bodong yang diduga dilakukan oleh seorang oknum pegawai di lingkungan Pemkab Banjarnegara. Puluhan korban tersebut sudah mengadukan adanya dugaan penggelapan dengan dalih investasi dan arisan.

Dalam praktiknya sistem investasi ini menjual tiga jenis investasi, yakni lelang arisan, investasi, serta onepay dengan nilai rata rata investasi sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per slot.

DM warga Banjarnegara yang menjadi korban dugaan arisan bodong ini mengaku awalnya ikut investasi karena adanya keuntungan yang besar. Sebagai contoh, untuk jenis onepay, sistem investasi yang dibanderol Rp 500 ribu per slot bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100 ribu dalam 8 hari.

“Awalnya lancar, tetapi sejak Agustus lalu, pembayaran bagi hasil investasi maupun arisan macet, alasannya uang tersebut masih diputar dan macet di peminjam. Namun saat kami mintai data peminjam, pengelola investasi tidak dapat menunjukkan,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini