Rabu, 28 Juli 2021

Tingkatkan Soft Skill Generasi Millenial, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Training Kewirausahaan

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Vinny Kemala dan kelima teman KKN lainnya yaitu Dita Septiyani, Purnamasari, Kiki, Tyas dan Amri Ardita bekerjasama melaksanakan Training Kewirausahaan sebagai salah satu program kerja individu. Bertempat di rumah salah satu mahasiswa yaitu Dita Septiyani pada Sabtu 14 November 2020 tepatnya pukul 13.30 WIB kegiatan pelatihan ini dimulai.


Pemalang, Serayunews.com

Vinny menyatakan bahwa dirinya sudah sering melaksanakan kegiatan training semacam ini.

“Saya sudah sering adakan kegiatan training seperti ini dan saya rasa kegiatan training seperti ini harus sering dilaksanakan dalam rangka membekali generasi millenial dengan cara pemberian materi dan praktik secara langsung. Output yang kami harapkan setelah kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan soft skill para generasi millenial dalam menghadapi persaingan dunia bisnis yang semakin ketat ini.”

Kegiatan training kewirausahaan yang diikuti oleh 7 peserta ini diisi dengan materi Cara Pembuatan Sumpia dengan bahan yang sederhana. Diharapkan dengan modal yang sedikit dapat membuat snack ringan berkualitas dengan nilai jual tinggi. Training Kewirausahaan ini dibagi ke dalam tiga sesi yaitu pertama, sesi pembukaan yang diisi dengan dasar-dasar materi kewirusahaan, pengalaman mahasiswa saat memproduksi dan memasarkan produk sumpia dan penjelasan mengenai bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan.

Kemudian sesi kedua diisi dengan praktik pembuatan sumpia. Bahan yang digunakan sangatlah sederhana dan mudah ditemukan yaitu kulit lumpia, adonan tepung terigu sebagai perekat dan bumbu penyedap. Tyas salah satu mahasiswa yang juga mengisi materi tentang praktik pembuatan sumpia menyampaikan bahwa cara pembuatan sumpia ini tergolong mudah.

“Saya rasa teman-teman semua bisa mempraktikan pembuatan sumpia ini dirumah. Caranya mudah, pertama potong kulit lumpia ini menjadi empat bagian kemudian ambil satu bagian untuk digulung seperti ini.” Ucap Tyas sambil mempraktikan bagaimana proses pembuatan sumpia.

Kemudian pada sesi ketiga yaitu tanya dan jawab Ananta salah satu peserta training yang merupakan siswa kelas XI SMA N 1 Pemalang terlihat tertarik pada materi dan praktik yang telah dilaksanakan dibuktikan dengan langsung mengangkat tangan ketika dibuka sesi ketiga ini.

“Saya mau bertanya kak, tadi kan telah dijelaskan modal awal dalam pembuatan sumpia ini, kemudian yang saya tanyakan untuk per kemasannya dijual dengan harga berapa ya kak ?”

“Saat saya dan teman-teman PPL menjual sumpia satu kemasan ini dengan harga Rp 10.000. dari harga jual tersebut kami berhasil mendapatkan laba yang diharapkan.” Ungkap Dita sembari megangkat produk Sumpia yang telah dikemas dan diberi label Youqueen Sumpia itu.

Gilang salah satu peserta lain yang juga merupakan siswa kelas XI SMA N 1 Pemalang menyatakan dirinya sangat antusias dalam praktik pembuatan sumpia ini.

“Saya senang dapat mengikuti training pembuatan sumpia ini. Ternyata caranya mudah dan bahannya pun sangat sederhana.” Begitulah pengakuannya ketika ditemui seusai acara.

Diharapkan setelah training kewirausahaan ini masih ada follow up lanjutan agar ilmu baru ini dapat berkembang dan bermanfaat bagi peserta yang telah mengikuti. Teruntuk generasi millenial bangsa Indonesia tetap semangat berkarya meski di masa pandemi. (Vinny Kemala)

Berita Terkait

Berita Terkini