
SERAYUNEWS – Pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mulai berlangsung dengan keberangkatan jemaah Indonesia sejak akhir April.
Di tengah antusiasme menjalankan rukun Islam kelima, jemaah diingatkan untuk tidak hanya mempersiapkan mental dan spiritual, tetapi juga kondisi fisik, termasuk menjaga kesehatan kaki dari risiko lecet dan melepuh.
Data sementara menunjukkan hingga 24 April 2026, sebanyak 56 kelompok terbang (kloter) dengan total 22.051 jemaah telah berangkat ke Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, 17.747 jemaah yang tergabung dalam 45 kloter telah tiba di Madinah dan mulai menjalani rangkaian ibadah.
Aktivitas ibadah yang padat, seperti berjalan kaki jarak jauh dan berpindah lokasi, menjadikan kesehatan kaki sebagai salah satu faktor penting.
Selama berada di Tanah Suci, jemaah haji akan menjalani berbagai aktivitas fisik yang cukup intens. Mulai dari berjalan menuju masjid, mengikuti rangkaian ibadah, hingga mobilitas antar lokasi yang sering kali dilakukan dengan berjalan kaki.
Kondisi cuaca panas di Arab Saudi juga memperparah risiko gangguan pada kaki. Permukaan jalan yang panas serta penggunaan alas kaki dalam waktu lama dapat menyebabkan gesekan berlebih, yang berujung pada lecet bahkan melepuh.
Jika tidak ditangani dengan baik, luka kecil pada kaki dapat berkembang menjadi masalah serius yang mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.
Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap jemaah.
1. Pilih Alas Kaki yang Nyaman dan Sesuai
Salah satu langkah utama untuk mencegah lecet adalah memilih alas kaki yang tepat. Jemaah sebaiknya menggunakan sandal atau sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki, tidak terlalu sempit maupun longgar.
Alas kaki yang tidak pas dapat meningkatkan gesekan pada kulit, terutama saat pemakaian dalam waktu lama. Kondisi ini menjadi penyebab utama munculnya luka pada kaki.
Selain itu, penggunaan kaos kaki juga dapat menjadi pelindung tambahan. Kaos kaki dapat membantu mengurangi gesekan langsung antara kulit dan alas kaki, sekaligus menyerap keringat agar kaki tetap kering dan nyaman.
2. Perawatan Kaki
Menjaga kelembapan kulit kaki juga tidak kalah penting. Kulit yang kering cenderung lebih rentan mengalami retakan dan lecet.
Oleh karena itu, penggunaan pelembap secara rutin bisa menjaga kondisi kulit tetap sehat.
Perawatan sederhana ini dapat memberikan perlindungan ekstra, terutama saat jemaah harus berjalan dalam durasi yang panjang. Dengan kulit yang lebih lentur dan terhidrasi, risiko luka akibat gesekan dapat bekurang.
3. Hindari Berjalan Tanpa Alas Kaki
Di kawasan sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, suhu permukaan lantai dapat meningkat secara signifikan akibat paparan sinar matahari.
Berjalan tanpa alas kaki dalam kondisi tersebut berisiko menyebabkan luka bakar ringan pada telapak kaki.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, jemaah sebaiknya selalu membawa alas kaki, bahkan saat memasuki area masjid.
Penggunaan tas kecil untuk menyimpan alas kaki menjadi solusi praktis agar tidak hilang atau tertukar.
Jika mengalami kehilangan, jemaah dapat segera menghubungi petugas yang berjaga di area masjid untuk mendapatkan bantuan.
4. Jangan Abaikan Sinyal Tubuh
Selain perlindungan fisik, jemaah juga perlu lebih peka terhadap kondisi tubuh. Ketika kaki mulai terasa tidak nyaman, perih, atau menunjukkan tanda-tanda lecet, sebaiknya segera beristirahat.
Memaksakan diri untuk terus berjalan dalam kondisi tersebut justru dapat memperparah luka. Istirahat singkat dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki sekaligus memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.***