Tips Mencegah Milia, Bukan Hanya Masalah Genetik

Tips Mencegah Milia/ Dok. Primaya Hospital

SERAYUNEWS – Milia atau benjolan-benjolan kecil berwarna putih kekuningan adalah kondisi yang sering muncul di wajah, terutama di sekitar area mata dan pipi.

Kondisi ini tidak berbahaya dan sejatinya bisa Anda cegah. Meskipun sebagian besar kasus milia itu disebabkan oleh faktor genetik atau hormonal (milia primer) yang biasanya muncul pada bayi, terdapat jenis milia sekunder timbul akibat faktor eksternal.

Milia muncul ketika sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit, mengeras, dan membentuk kista kecil.

Penyebab milia yang dapat Anda cegah ini sering kali berkaitan dengan kebiasaan dan paparan lingkungan.

Dengan perawatan kulit yang tepat serta gaya hidup sehat, kamu bisa mengurangi risiko munculnya milia.

Penyebab Milia

Milia adalah kista kecil, padat, dan berwarna putih atau kekuningan yang muncul dan berada di bawah permukaan kulit.

Milia sering kali dianggap sama dengan jerawat, tetapi keduanya berbeda. Jerawat terjadi akibat penyumbatan pori-pori, sedangkan milia terbentuk di bawah lapisan kulit teratas dan tidak meradang.

Meskipun demikian, milia tetap dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa dan membutuhkan waktu lebih lama hingga beberapa bulan untuk hilang.

Milia tumbuh secara berkelompok; jika hanya ada satu bintik/benjolan kecil, namanya milium.

Kemudian, milia sering disamakan dengan miliaria atau biang keringat, padahal kedua kondisi ini berbeda.

Tanda miliaria adalah munculnya ruam kemerahan di kulit dan terasa nyeri atau gatal. Ini terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat.

Penyebab milia yang dapat dicegah terutama berkaitan dengan milia sekunder. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kemunculan milia.

1. Paparan sinar matahari berlebihan: Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan akumulasi sel-sel kulit mati, hingga meningkatkan risiko milia. Gunakanlah tabir surya setiap hari.

2. Produk perawatan kulit yang tidak sesuai: Hindari produk yang terlalu berat, berbahan dasar minyak, atau yang tidak terserap dengan baik oleh kulit. Pilih produk yang ringan dan cocok untuk jenis kulit.

3. Kurangnya eksfoliasi: Melakukan eksfoliasi ringan 2-3 kali seminggu dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Hindari eksfoliasi yang berlebihan.

4. Kebersihan wajah yang tidak memadai: Cuci wajah dua kali sehari untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa kosmetik.

5. Asupan nutrisi yang tidak memadai: Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, termasuk vitamin E, untuk menjaga kesehatan kulit.

Tips Mencegah Milia

Walaupun tidak ada metode untuk sepenuhnya menghindari milia, kamu bisa mengurangi risikonya dengan langkah-langkah berikut.

1. Gunakan tabir surya dan pelembap: Lindungi kulit dari sinar matahari dan pertahankan kelembapannya agar sel kulit mati mudah lepas.

2. Hindari krim atau salep yang terlalu kental: Produk yang pekat dapat mengiritasi kulit dan menyumbat pori-pori.

3. Jaga kebersihan wajah: Membersihkan wajah secara rutin membantu mencegah penumpukan kotoran dan keringat.

4. Eksfoliasi secara teratur: Lakukan eksfoliasi lembut 2-3 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati.

5. Gunakan obat steroid sesuai petunjuk dokter: Hindari penggunaan dalam jangka panjang.

6. Pilih produk perawatan kulit yang tepat: Pilih produk yang berlabel oil-free atau noncomedogenic.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan di atas dan menjaga gaya hidup sehat, anda dapat meminimalisir risiko munculnya milia dan menjaga kesehatan kulit wajah.

Konsultasikan dengan dokter kulit jika kamu memiliki kekhawatiran atau mengalami masalah kulit lain.***