Sabtu, 3 Desember 2022

Tiwi Targetkan Angka Stunting di Purbalingga Tahun 2023 Turun Jadi 14,4 Persen 

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dalam Road Show UMKM di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Senin (7/11/2022). (Joko Santoso/Serayunews)

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menargetkan angka stunting di Kabupaten Purbalingga tahun 2023 turun menjadi 14,4 persen. Saat ini angka stunting di wilayah tersebut berada di 15,1 persen. Oleh karena itu perlu langkah untuk mencapai target tersebut.


Purbalingga, serayunews.com

“Presiden Jokowi menargetkan angka stunting di kabupaten/kota seluruh Indonesia tahun 2024, 14,4 persen. Namun kita di Purbalingga menargetkan di tahun 2023 sudah bisa mencapai angka tersebut. Ini bukan target yang sulit dan akan bisa terealisasi,” kata Bupati Tiwi saat hadir dalam acara Road Show UMKM di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Senin (7/11/2022).

Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan salah satu desa di Kecamatan Kutasari menjadi pilot project penurunan angka stunting. Desa tersebut adalah Desa Cendana. Dia mengharapkan agar inovasi untuk menurunkan angka stunting yang sudah terlaksana di desa tersebut bisa diterapkan di desa lain.

“Sehingga target kita di tahun 2023 untuk penurunan angka stunting bisa tercapai,” katanya lagi.

Tiwi memaparkan menurut data dari Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Purbalingga, angka stunting dari tahun ke tahun terus turun. Tiwi menyebutkan di tahun 2017 angka stunting di Kabupaten Purbalingga mencapai 28,7 persen. Tahun 2021 angka stunting sudah turun di angka 15,7 persen.

“Jadi jika pemerintah pusat menargetkan angka stunting di tahun 2024 di kisaran 14 persen, kami optimis bisa terealisasi,” tuturnya.

Salah satu langkah nyata yang perlu adalah melakukan sosialisasi pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif. Pasalnya berdasarkan data, 60 persen kasus stunting terjadi karena bayi tak mendapatkan ASI eksklusif.

Berita Terpopuler

Berita Terkini