
SERAYUNEWS-Akses jalan penghubung Desa Lawen menuju Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum, kini berubah lebih mulus dan nyaman dilalui. Pembangunan jalan sepanjang lebih dari satu kilometer itu menjadi hasil utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Penutupan kegiatan digelar melalui upacara di lapangan Desa Lawen dan dipimpin Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Nodelismen Hulu didampingi Sekretaris Daerah Banjarnegara Hendro Cahyono.
Pasiter Kodim 0704/Banjarnegara, Koko Suwarko, menjelaskan program TMMD berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan fokus mempercepat pembangunan wilayah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Hasil sasaran fisik berhasil diselesaikan 100 persen,” ujarnya.
Pembangunan utama berupa rabat beton sepanjang 1.016 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter yang menghubungkan Desa Lawen dan Desa Sirongge. Selain itu, TMMD juga menyelesaikan pembangunan talud sepanjang 11 meter serta rehabilitasi satu unit pos kamling.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan edukatif bagi masyarakat. Mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi percepatan penurunan stunting dan keluarga berencana, hingga kegiatan donor darah yang dipusatkan di Aula Kecamatan Pandanarum.
Program tersebut melibatkan total 125 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Adapun total anggaran mencapai Rp1,031 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Banjarnegara, dan swadaya masyarakat.
Dandim Nodelismen Hulu berharap hasil pembangunan dapat dirawat bersama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
“TMMD bukan sekadar membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah bekerja bersama menyukseskan program tersebut, mulai dari pemerintah daerah hingga warga Desa Lawen yang aktif terlibat dalam pembangunan.
Sementara itu, Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono menilai TMMD menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa.
“Kalau dikerjakan bersama-sama, masalah seberat apa pun akan terasa ringan. TMMD di Lawen menjadi contoh nyata bagaimana kebersamaan mampu mempercepat pembangunan,” katanya.
Menurut Hendro, keberadaan jalan baru tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena akses distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar dan aman.
Rasa syukur juga disampaikan warga Desa Lawen, Warno, yang mengaku kini aktivitas masyarakat jauh lebih mudah dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah sekarang jalan ke Sirongge sudah bagus. Naik motor lebih nyaman, terutama saat membawa hasil pertanian. Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang membantu pembangunan desa kami,” ujarnya.
Rampungnya TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Lawen menjadi bukti kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi desa, sekaligus membuka akses ekonomi dan kesejahteraan warga di wilayah pegunungan Banjarnegara.