Selasa, 24 Mei 2022

Tolak Pesta Miras, Warga Kemangkon Babak Belur Dikeroyok Enam Orang

Tiga pelaku pengeroyokan di Desa Toyareka, diamankan Polisi, Rabu (19/05/2021) siang. (Amin Wahyudi)

Wiwit Yuli Setyawan (34) warga Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Hal itu terjadi setelah dikeroyok oleh enam orang rekannya. Dia dihajar setelah menolak saat ditawari untuk minum-minuman keras (miras). Saat ini, tiga orang pelaku telah diamankan Polisi, dan tiga lainnya masih dalam pengejaran.


Kemangkon, serayunews.com

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono mengatakan, pihaknya telah mengamankan tiga pelaku pengeroyokan yang terjadi di Desa Toyareka. Tiga orang yang berinisial masing-masing SR (29), AR (25) dan DR (23), diamankan pada hari Selasa (11/5/2021).

Baca juga  Dulu Desa Miskin, Kini Jadi Desa Edukasi Wisata

“Tiga pelaku sudah diamankan, tiga lainnya masih dalam pengejaran. Pelaku dan korban merupakan warga satu desa,” kata Kompol Pujiono, Rabu (19/05/2021).

Disampaikan bahwa, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat (7/5/2021) sekira jam 00.30 WIB di wilayah Desa Toyareka. Peristiwa penganiayaan bermula saat korban diajak minum miras oleh enam pelaku. Namun korban menolak, dan kemudian dipukuli secara bersama-sama dengan tangan kosong. Selain itu, ditendang pada bagian kepala dan badan oleh enam pelaku tersebut.

“Akibat pengeroyokan yang dilakukan, korban mengalami sejumlah luka diantaranya memar di kelopak mata, bola mata kanan dan kiri merah, dada sesak. Selain itu, telepon genggam milik korban juga dirusak,” katanya.

Baca juga  Peduli Nelayan di Masa Paceklik, Pertamina Cilacap Salurkan 6 Ton Beras

Berdasarkan laporan korban, lanjut Pujiono, pihaknya melakukan upaya penyelidikan. Kemudian bisa mengidentifikasi identitas pelakunya. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya pakaian dan celana yang dipakai korban saat kejadian, telepon genggam milik korban yang pecah dan hasil visum dari rumah sakit terkait luka yang diderita korban.

“Para tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke-1e KUHP tentang Bersama-sama Melakukan Kekerasan terhadap Orang atau Barang. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara maksimal 7 tahun,” kata dia.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini