
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Penghentian sementara operasional Bus Trans Banyumas mulai Minggu (30/8/2026) membuat sejumlah pengguna mencari kepastian.
Salah satunya seorang pelajar yang menyampaikan keluhannya kepada pengelola melalui akun Instagram @trans.banyumas.
Keluhan tersebut kemudian dibagikan oleh akun Instagram @trans.banyumas pada Selasa (1/9/2026).
Isi pesan itu memperlihatkan keresahan pengguna yang selama ini mengandalkan Trans Banyumas sebagai moda transportasi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pelajar tersebut mengaku belum memiliki kendaraan pribadi karena kondisi ekonomi. Ia pun khawatir penghentian layanan membuatnya kesulitan berangkat ke sekolah tepat waktu.
Dalam pesan yang dibagikan akun Instagram @trans.banyumas, pengguna bernama Aqila mempertanyakan apakah sekolah akan memberikan kebijakan tertentu selama Trans Banyumas berhenti beroperasi.
Ia secara khusus mengkhawatirkan kemungkinan terlambat masuk sekolah maupun harus lebih sering izin karena tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Assalamualaikum pak, maaf saya Aqila, pak apakah nanti ada kebijakan sekolah semisal ada keterlambatan atau yang lainnya, karena ini trans bms berhenti operasi dan saya hanya mengandalkan tranportasi umum dan belum punya kendaraan priba karena keadaan ekonomi yg masi kurang. Saya takut pak mbok terlambat atau sering izin bakal mempengaruhi nilainya jadi turun Saya bener’ bingung dan tidak tau bakal ada pemberhentian seperti,” tulis Aqila.
Pesan tersebut dikirimkan kepada akun Instagram @trans.banyumas sebelum kemudian dibagikan kepada publik.
Bus Trans Banyumas tidak beroperasi mulai Minggu (30/8/2026). Penghentian sementara ini terjadi setelah pengelolaan layanan beralih dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Omar Udaya mengatakan masa berhenti tersebut digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap operasional Trans Banyumas setelah terjadi perubahan sumber pembiayaan.
“Diberitahukan kepada masyarakat pengguna layanan Bus Trans Banyumas, bahwa sejak Hari Minggu, 30 Agustus 2026 Bus Trans Banyumas tidak operasional sampai dengan pelaksanaan evaluasi berakhir,” kata Omar melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).
Penghentian tersebut membuat pengguna harus sementara waktu mencari moda transportasi lain untuk beraktivitas.
Sebelum pengelolaan beralih ke pemerintah daerah, operasional Trans Banyumas mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Namun, subsidi tersebut kemudian dihentikan sehingga Pemkab Banyumas mengambil alih pembiayaan layanan melalui APBD. Sejak April 2026, biaya subsidi Trans Banyumas mulai ditanggung oleh pemerintah daerah.
Untuk mempertahankan layanan hingga akhir 2026, kebutuhan subsidi diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar.
Sebagai informasi, Pemkab Banyumas sebelumnya menyatakan akan mengupayakan agar layanan Trans Banyumas dapat kembali berjalan setelah proses evaluasi dan penataan pengelolaan selesai.