Sabtu, 13 Agustus 2022

Trauma Proyek Gagal, Bupati Purbalingga Ultimatum Pemborong 

Trauma Proyek Gagal, Bupati Purbalingga Ultimatum Pemborong

Sejumlah proyek fisik di Pemkab Purbalingga, bermasalah. Sebut saja Jembatan Merah dan Gedung DPRD baru. Meski bangunan sudah berdiri, namun belum bisa dimanfaatkan lantaran menyisakan persoalan. Hal itu menjadi kewaspadaan tersendiri bagi Pemkab Purbalingga saat hendak melakukan pembangunan.


Purbalingga, serayunews.com

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengupulkan sejumlah pemenang lelang paket kegiatan pemkab di Ruang Ardilawet Setda Purbalingga, Kamis (28/07/2022). Pada kesempatan itu, Bupati mengultimatum para rekanan pemenang lelang agar melakukan pembangunan sebagaimana mestinya. Sebab, beberapa proyek lalu yang bermasalah menyisipkan traumatik bagi Pemkab.

Baca juga  Purbalingga Lirik Potensi Tanaman Bonsai untuk Meningkatkan Perekonomian 

Bupati Purbalingga mengatakan, hasil pekerjaan harus tepat mutu, tepat guna, tepat waktu, dan tidak bermasalah dengan hukum.

“Ini harus pastikan, di akhir pekerjaan harus bisa betul-betul tepat mutu atau spesifikasinya tidak menyalahi aturan. Tepat guna harus fungsional dan tepat waktu. Ini akan jadi sorotan seluruh pihak, baik APH maupun KPK,” kata Tiwi.

Tiwi menegaskan, bahwa proyek yang ada saat ini merupakan proyek yang sangat penting keberadaanya. Anggaran yang sangat terbatas karena Pandemi Covid-19 menjadikan Pemkab harus menggunakan skala prioritas dalam merealisasikan program kerja.

Baca juga  Dua Tahun Berturut-turut Pencurian Mendominasi Kasus Kamtibmas di Purbalingga 

“Jangan sampai ada kegiatan yang putus kontrak atau gagal lelang, karena menganggarkan saja butuh effort. Jadi kalau yang sudah diploting dalam anggaran, berarti itu kegiatan yang wajib dan urgensinya tinggi, sudah dipilih dengan skala prioritas,” katanya.

Kepada rekanan, bupati mengingatkan agar pekerjaan sesuai spesifikasi dan tepat kualitas. Penyedia jasa konstruksi, juga harus memaksimalkan kemampuan finansial dan menerapkan metode pelaksanaan yang tepat untuk menghindari keterlambatan dan kesalahan pada tahap pekerjaan. Tidak ada alasan pembangunan terhenti sementara, karena masalah finansial rekanan.

“Lebih baik mencegah daripada nanti bangunan sudah jadi tapi jadi temuan, harus ada pembongkaran dan sebagainya akan memberatkan dan menyusahkan panjenengan sendiri,” katanya.

Baca juga  Era Motor Listrik Makin Dekat, Perajin Knalpot Purbalingga Ketar-ketir?

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Purbalingga, Wahyu Prasetiyono SIP mengungkapkan tahun 2022 ini teridentifikasi ada 101 paket kegiatan Pemkab Purbalingga yang harus melalui pelelangan. Sebanyak 96 paket di antaranya sudah masuk, per tanggal 28 Juli ini sudah ada 86 paket yang sudah terlelang.

“Masih ada 10 paket yang dalam proses tender. Yang belum tender masih ada 5 paket dari DPUPR, nanti akan masuk di APBD perubahan,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini