
CILACAP, SERAYUNEWS – DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap menuntaskan rangkaian Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI dengan menggelar Muscam di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Tengah, dan Cilacap Selatan, Selasa (30/6/2026).
Muscam yang berlangsung di Aula DPD Partai Golkar Cilacap itu sekaligus menandai rampungnya pembentukan kepengurusan Golkar di seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Cilacap sekaligus Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih, tokoh senior Golkar dan mantan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Sekretaris DPD Mitra Patriasmoro, anggota Fraksi Golkar, jajaran pengurus, serta para kader partai.
Ketua DPD Partai Golkar Cilacap, Teti Rohatiningsih, mengaku bersyukur seluruh rangkaian Muscam XI berjalan lancar.
Menurutnya, agenda tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sebagai modal menghadapi agenda politik mendatang.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, hari ini kegiatan Muscam XI di Dapil I berjalan aman, lancar, dan berkah. Sudah terpilih pengurus Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Selatan, dan Cilacap Tengah. Ini sesuai harapan kami karena struktur kepengurusan di masing-masing kecamatan kini sudah terbentuk,” kata Teti.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Muscam dilakukan secara bertahap berdasarkan daerah pemilihan setelah sebelumnya diawali dengan pra-Muscam.
“Pelaksanaan Muscam dilakukan per dapil dan tidak menyalahi AD/ART Partai Golkar. Sebelumnya juga sudah ada pra-Muscam, sehingga hari ini tinggal menetapkan dan seluruhnya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Usai merampungkan konsolidasi organisasi, Golkar Cilacap mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029.
Teti menegaskan partainya menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif, khususnya di Dapil Kota yang meliputi Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Tengah, dan Cilacap Selatan.
“Ke depan kami ingin Partai Golkar selalu berada di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan bergandengan tangan dengan seluruh elemen. Target kami pada Pemilu 2029 dan Pilkada 2029 tentu harus lebih baik lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, peluang meraih dua kursi DPRD di wilayah perkotaan masih terbuka meskipun karakter pemilih semakin kritis.
“Kalau melihat peluang, masyarakat kota sekarang adalah pemilih yang cerdas. Karena itu strategi harus disiapkan dengan baik. Kami ingin meraih dua kursi di dapil kota melalui sinergi seluruh pengurus kecamatan, desa, dan DPD,” katanya.
Selain menambah kursi legislatif, Golkar Cilacap juga membidik posisi Ketua DPRD Kabupaten Cilacap pada periode mendatang.
Bahkan, partai berlambang pohon beringin tersebut membuka peluang mengusung kader terbaiknya untuk bertarung pada Pilkada mendatang.
“Yang ingin kita capai adalah Ketua DPRD Kabupaten Cilacap diraih oleh Partai Golkar. Untuk bupati, yang penting kader Golkar. Siapapun nanti yang diusung, yang penting kader Golkar,” tegas Teti.
Terkait posisi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap yang saat ini berasal dari Golkar, Teti menegaskan partainya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung jalannya pemerintahan daerah.
“Sekarang masih Plt, kita hormati proses hukum yang berjalan. Yang jelas kami mendukung pembangunan daerah bersama Plt Bupati dari Golkar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Teti juga menegaskan komitmen Golkar untuk terus mengedukasi masyarakat agar menolak praktik politik uang.
“Kami akan terus melakukan konsolidasi sampai tingkat kader agar masyarakat memahami bahwa politik uang itu tidak baik,” katanya.
Ia juga mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran dalam dunia politik dan pemerintahan karena kesempatan menjadi pemimpin kini terbuka lebar bagi siapa saja.
“Perempuan sekarang punya kesempatan yang sama. Dulu identik di belakang, sekarang bisa tampil di depan. Mari kader-kader perempuan ikut bersama-sama membangun daerah masing-masing,” pungkasnya.
Rampungnya Muscam di seluruh kecamatan menjadi pijakan awal bagi Golkar Cilacap untuk memperkuat mesin partai dan menatap kontestasi politik 2029 dengan target yang lebih tinggi, baik di legislatif maupun eksekutif.