
SERAYUNEWS – Di usia 80 tahun, mantan Bupati Banyumas Marjoko tetap menunjukkan kondisi fisik yang prima. Langkahnya masih mantap, mencerminkan gaya hidup sehat yang ia jalani secara konsisten.
Meski kini berdomisili di Jakarta, ia kerap menghabiskan waktu di kediamannya di kawasan Jalan Kober, Purwokerto, menikmati masa tua dengan kebugaran yang menginspirasi banyak orang.
Bagi Marjoko, menjaga kesehatan bukan soal rumus medis yang kompleks, melainkan keseimbangan antara fisik dan batin.
“Jika raga dalam kondisi baik, maka sukma atau ruh akan merasa betah,” ujar Marjoko, saat ditemui di sebuah rumah makan di Purwokerto, Rabu (25/03/2026).
Ia mengibaratkan tubuh sebagai “rumah” bagi jiwa. Ketika tubuh sehat, maka ketenangan batin pun akan terjaga.
Selain menjaga fisik, Marjoko menekankan pentingnya manajemen stres. Ia memilih untuk tidak larut dalam masalah hidup yang berlarut-larut.
“Oleh karena itu, saya berusaha untuk tidak larut dalam kesulitan hidup. Saya menekankan bahwa setiap masalah sebaiknya dihadapi dengan mencari solusi, bukan dirasakan secara berlebihan,” jelas Marjoko.
Baginya, pikiran yang tenang dan bahagia menjadi fondasi utama kesehatan secara keseluruhan.
Marjoko juga menjadikan sikap pasrah kepada Tuhan sebagai kunci ketenangan hidup. Dengan berserah diri, ia merasa beban hidup menjadi lebih ringan.
Pendekatan spiritual ini ia yakini mampu menjaga keseimbangan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Kebugaran fisik Marjoko dijaga melalui aktivitas rutin yang menyenangkan. Ia masih aktif bermain golf hingga dua kali dalam sepekan, bersepeda, dan berjalan kaki.
Bahkan, ia masih mampu mengemudi sendiri, menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bogor melalui Tol Jagorawi.
Menariknya, Marjoko tidak menerapkan pantangan makan yang ketat. Ia tetap menikmati makanan favoritnya, seperti sate dan gule, selama tetap dalam batas wajar.
“Hari ini saya makan sate gule kesukaan saya, dan dalam pola makan di usia saya sekarang tidak ada pantangan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap disiplin menghindari rokok dan alkohol sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Marjoko menegaskan bahwa tidak ada resep khusus dalam menjaga kebugarannya. Ia hanya menjalani hidup dengan prinsip keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual.
Gaya hidup aktif, pikiran yang tenang, serta sikap pasrah menjadi fondasi utama yang ia pegang hingga kini.