
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menerima visitasi International Council for Open and Distance Education (ICDE) Quality Review pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan jarak jauh sekaligus menyelaraskan standar layanan akademik dengan kualitas pendidikan internasional.
Visitasi dipimpin langsung oleh reviewer ICDE, Dr. Sanjaya Mishra. Agenda diawali dengan Opening and Welcoming Ceremony di Kantor UT Purwokerto, dilanjutkan dengan pemaparan visi, strategi, serta pengembangan institusi.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa visitasi ICDE merupakan bentuk validasi terhadap komitmen UT dalam menghadirkan pendidikan tinggi terbuka yang inklusif dan berstandar global.
Dalam presentasinya, ia memperkenalkan visi institusi bertajuk “Innovating for a Connected Future: Open Access, Service Excellence, and Inclusive Education Quality.”
“Kami mengokohkan tiga pilar utama, yaitu akses terbuka (open access), layanan prima (service excellence), dan kualitas pendidikan inklusif. Tiga fondasi inilah yang menjadi motor penggerak kami dalam menghadapi tantangan pendidikan jarak jauh ke depan,” ujar Dr. Prasetyarti.
Ia menjelaskan, UT Purwokerto terus memperkuat transformasi digital melalui berbagai inovasi layanan. Beberapa di antaranya optimalisasi Dashboard UT Purwokerto, Go UT App untuk layanan akademik secara real time, serta pemanfaatan podcast dan webinar guna meningkatkan keterlibatan mahasiswa.
Dalam proses penilaian, reviewer ICDE melakukan evaluasi secara menyeluruh. Selain meninjau infrastruktur dan fasilitas kampus, Dr. Sanjaya Mishra juga berdiskusi dengan mahasiswa, alumni, tutor, tenaga kependidikan, hingga para mitra strategis, termasuk Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Disnaker Kebumen.
Dr. Sanjaya Mishra menilai perkembangan UT Purwokerto menunjukkan arah yang positif, terutama dalam memperluas akses layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Apa yang dicapai UT Purwokerto menunjukkan pengelolaan pendidikan jarak jauh yang adaptif. Pertumbuhan jumlah mahasiswa yang signifikan serta perluasan jaringan sentra layanan membuktikan bahwa institusi ini tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kuat secara relevansi di masyarakat,” kata Dr. Sanjaya Mishra.
Perkembangan UT Purwokerto juga tercermin dari peningkatan jumlah mahasiswa aktif. Hingga tahun 2025, kampus ini mencatat 26.245 mahasiswa aktif, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi Sentra Layanan UT (SALUT). Jumlah SALUT meningkat dari hanya 3 unit pada 2022 menjadi 43 unit pada 2025, sehingga akses layanan pendidikan terbuka semakin luas di berbagai daerah.
Melalui visitasi ICDE Quality Review, UT Purwokerto berharap memperoleh berbagai masukan strategis untuk menyempurnakan tata kelola institusi, meningkatkan profesionalisme tutor, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi UT Purwokerto sebagai penyelenggara pendidikan tinggi terbuka yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing internasional.