
SERAYUNEWS – Civitas akademika Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menggelar aksi penanaman ratusan pohon di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, sebagai bagian dari program ORMAWA Mengabdi. Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 Mei 2026 ini menyasar lahan warga di sekitar Curug Tarum, kawasan Kaligesor, yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor pada Januari lalu. Aksi ini melibatkan mahasiswa, perangkat desa, hingga komunitas lokal sebagai upaya pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Penanaman pohon difokuskan di wilayah Kaligesor yang menjadi salah satu titik terparah terdampak bencana alam awal tahun 2026. Kawasan ini mengalami kerusakan signifikan, termasuk lahan pertanian milik warga yang terdampak langsung oleh banjir dan longsor.
Perwakilan Pemerintah Desa Serang, Bapak Suroso, bersama Kepala Dusun Gunung Malang, Bapak Karpono, menjelaskan bahwa bencana tersebut merusak lahan milik 21 kepala keluarga. Kondisi ini berdampak pada penurunan produktivitas pertanian dan memperlambat pemulihan ekonomi warga.
Kehadiran mahasiswa UT Purwokerto melalui program ini dinilai memberikan dorongan moral sekaligus harapan baru bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pemilihan lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Kawasan sekitar aliran sungai dan lahan warga dinilai strategis untuk mempercepat pemulihan ekosistem.
“Meskipun penanaman dilakukan di lahan warga dan pinggiran kali, dampaknya sangat besar bagi masa depan sebagai penyeimbang ekosistem dan penjaga sumber mata air,” ujar Beliau saat memberikan edukasi kepada mahasiswa dan warga.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana jangka panjang.
Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa bersama masyarakat berhasil menanam total 600 bibit pohon. Rinciannya meliputi 300 pohon damar serta masing-masing 100 pohon alba, keningar, dan suren.
Penanaman dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk area perhutani dan lahan milik warga. Jenis pohon yang dipilih merupakan tanaman yang memiliki fungsi ekologis tinggi, seperti memperkuat struktur tanah, mencegah erosi, serta menjaga ketersediaan air.
Kegiatan simbolis penanaman turut dilakukan oleh Direktur UT Purwokerto bersama perangkat desa sebagai tanda dimulainya aksi penghijauan secara kolektif.
Selain penanaman pohon, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan ilmiah yang diintegrasikan dalam program pengabdian masyarakat.
Aksi ini melibatkan berbagai unsur lokal, mulai dari perangkat desa, Karang Taruna, pemuda Dusun Gunung Malang, hingga komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Kolaborasi lintas elemen ini memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kemitraan, UT Purwokerto juga menyerahkan plakat dan souvenir kepada pihak desa, menandai terjalinnya sinergi berkelanjutan antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Program ORMAWA Mengabdi ini diharapkan tidak berhenti pada aksi seremonial, melainkan menjadi langkah awal dalam upaya pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. Bibit-bibit pohon yang ditanam di sekitar Curug Tarum diharapkan tumbuh kuat dan berfungsi sebagai penahan tanah serta penjaga keseimbangan ekosistem.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.