
SERAYUNEWS – Calon mahasiswa tahun 2026 mulai mempertanyakan batas aman nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Nilai 500 kerap dianggap sebagai angka aman, namun dalam praktiknya masih banyak peserta yang meragukan daya saing nilai tersebut di tengah persaingan yang ketat.
Kondisi ini mendorong peserta untuk menargetkan nilai setinggi mungkin. Meski demikian, kelulusan tidak hanya ditentukan oleh skor, tetapi juga dipengaruhi strategi dalam memilih program studi.
Nilai UTBK sebesar 500 pada dasarnya masih memberikan peluang untuk lolos ke PTN.
Namun, peluang tersebut sangat bergantung pada pilihan program studi dan tingkat persaingan di masing-masing jurusan.
Tidak terdapat batas nilai minimal resmi yang menjamin kelulusan. Sistem seleksi tidak menetapkan ambang batas tertentu, sehingga peluang peserta ditentukan oleh posisi nilai dibandingkan peserta lain.
Istilah passing grade yang sering beredar di masyarakat bukan merupakan acuan resmi. Angka tersebut umumnya berasal dari prediksi lembaga tertentu dan tidak digunakan dalam proses seleksi nasional.
Dalam UTBK SNBT, penilaian dilakukan menggunakan sistem peringkat. Peserta diurutkan berdasarkan nilai, dan hanya yang berada pada posisi teratas yang akan diterima sesuai daya tampung program studi.
Secara umum, sekitar 30 persen peserta dengan nilai tertinggi dalam satu program studi memiliki peluang untuk lolos. Dengan demikian, nilai 500 tetap memiliki peluang jika berada dalam kelompok atas pada jurusan yang dipilih.
Beberapa poin penting dalam sistem seleksi ini meliputi:
Sebagai gambaran, pada tahun sebelumnya nilai tertinggi untuk jenjang sarjana mencapai lebih dari 800, sementara nilai terendah berada di kisaran 200, dengan rata-rata sekitar 540.
Data ini menunjukkan bahwa nilai 500 masih berada di sekitar rata-rata nasional.
Bagi peserta dengan nilai sekitar 500, strategi pemilihan program studi menjadi faktor penting.
Memilih jurusan dengan tingkat persaingan yang lebih moderat dapat meningkatkan peluang diterima di PTN.
Selain itu, mempertimbangkan lokasi kampus dan jumlah peminat tiap tahun dapat membantu dalam menyusun pilihan yang lebih rasional.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Nilai UTBK juga tetap dapat dimanfaatkan meskipun tidak lolos pada jalur utama. Banyak PTN membuka jalur mandiri yang mempertimbangkan nilai UTBK sebagai salah satu syarat seleksi.
Dengan demikian, nilai 500 tidak secara otomatis menutup peluang untuk masuk PTN.
Peluang tetap terbuka selama peserta mampu menempatkan diri pada posisi kompetitif melalui strategi yang tepat dan pemilihan jurusan yang sesuai.