
PADANG, SERAYUNEWS-Sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan mereka berjalan jongkok saat hendak memasuki area kampus ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para maba tampak melakukan aktivitas tersebut sambil diawasi oleh sejumlah senior.
Dari video yang beredar dan viral di platform TikTok, para mahasiswa baru terlihat mengenakan seragam putih hitam lengkap dengan berbagai atribut. Mereka memakai topi dan membawa kertas karton yang dikalungkan di bagian depan seperti tanda pengenal.
Video tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan aktivitas yang dilakukan para mahasiswa baru, sementara sejumlah komentar lainnya memberikan konteks berbeda mengenai alasan mereka berjalan jongkok.
Menanggapi video yang menjadi sorotan tersebut, Sekretaris UNP Erianjoni menjelaskan bahwa kegiatan itu bukan bagian dari perpeloncoan. Ia menyebut aktivitas tersebut sebagai bentuk pemanasan atau peregangan sebelum mahasiswa baru mengikuti kegiatan di lingkungan kampus.
Erianjoni memperkirakan kegiatan itu berlangsung di Fakultas Teknik. Menurutnya, aktivitas fisik tersebut dilakukan agar mahasiswa baru lebih siap mengikuti rangkaian kegiatan dan tidak merasa mengantuk.
Ia juga mengatakan UNP tidak memberlakukan aktivitas berjalan jongkok sebagai bentuk kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa baru. Meski demikian, pihak kampus tetap melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang melibatkan para maba.
Di tengah ramainya video tersebut, muncul pula komentar dari akun TikTok yang mengaku mengetahui alasan para mahasiswa baru melakukan aktivitas tersebut.
Salah satu akun, @zikraa, mempertanyakan sudut pandang yang digunakan dalam melihat video tersebut. Ia menyebut mahasiswa baru yang terlihat berjalan jongkok diduga sedang menjalani konsekuensi karena datang terlambat.
Komentar tersebut menyebut para mahasiswa sebelumnya telah diingatkan agar tidak terlambat, tetapi masih ada yang datang melewati waktu yang ditentukan.
“Padahal itu karena mereka telat loh,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.
Senada dengan komentar itu, akun @Why y menuliskan bahwa aktivitas tersebut bukan ospek, melainkan hukuman bagi mahasiswa yang terlambat mengikuti PKKMB. Ia juga menyebut aturan mengenai konsekuensi tersebut telah dicantumkan dan diinformasikan sebelumnya.
“Ini merupakan hukuman bagi mahasiswa yang terlambat menghadiri PKKMB,” tulisnya.
Namun, keterangan dari kedua akun tersebut merupakan informasi yang disampaikan melalui kolom komentar dan belum dapat dipastikan secara independen. Pihak UNP sendiri dalam keterangannya menyebut kegiatan tersebut sebagai pemanasan dan peregangan, bukan perpeloncoan.
Terlepas dari perbedaan penjelasan tersebut, video yang beredar tetap menuai respons dari warganet. Ada yang mempertanyakan alasan mahasiswa baru harus berjalan jongkok, sementara lainnya menilai konteks kegiatan perlu dilihat secara lebih menyeluruh.
Salah satu akun, @Virgo83, bahkan meminta agar kegiatan semacam itu dihentikan karena dianggap meresahkan.
“Hentikan hal-hal yang seperti ini, meresahkan,” tulis akun tersebut.
Perbedaan tanggapan tersebut menunjukkan bahwa potongan video yang beredar di media sosial dapat memunculkan beragam persepsi, terutama ketika konteks lengkap mengenai kegiatan tidak terlihat dalam rekaman. (shafira nur Anindya)