
SERAYUNEWS – Virus Nipah merupakan salah satu penyakit zoonosis yang cukup berbahaya dan perlu mendapat perhatian serius. Penyakit ini tergolong langka, tetapi memiliki tingkat fatalitas yang tinggi.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami virus Nipah menyebabkan sakit apa, bagaimana gejalanya, serta cara mencegah penularannya sejak dini.
Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia dan Singapura, dan sejak saat itu menjadi perhatian dunia karena kemampuannya menular dari hewan ke manusia, bahkan antar manusia.
Organisasi kesehatan global pun memasukkan virus ini sebagai patogen prioritas karena berpotensi memicu wabah besar.
Virus Nipah dapat menyebabkan infeksi akut yang menyerang sistem pernapasan dan sistem saraf pusat.
Pada sebagian kasus, infeksi ini dapat berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis, yang berisiko menyebabkan gangguan neurologis berat hingga kematian.
Penyakit akibat virus Nipah sering kali diawali dengan gejala ringan yang menyerupai flu biasa.
Namun, seiring waktu, kondisi dapat memburuk dengan cepat, terutama jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Setelah seseorang terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4–14 hari sebelum gejala muncul.
Tingkat keparahan gejala dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga berat dan mengancam jiwa. Beberapa gejala infeksi virus Nipah yang dapat muncul antara lain:
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh virus Nipah dapat menimbulkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, serta perubahan suasana hati yang signifikan.
Pada tahap lanjut, pasien bisa mengalami kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.
Dalam kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat berujung pada kematian.
Oleh sebab itu, deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga dapat menyebabkan penyakit lain seperti pneumonia, gondongan, dan campak.
Meski satu kelompok, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya jauh lebih berbahaya.
Penularan virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.
Hewan yang paling sering menjadi sumber penularan adalah kelelawar dan hewan ternak seperti babi.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.
Tidak hanya menular dari hewan ke manusia, virus Nipah juga diketahui dapat menular antar manusia.
Penularan ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama saat pasien menghasilkan banyak cairan tubuh, seperti air liur atau lendir pernapasan.
Salah satu alasan virus Nipah dianggap sangat berbahaya adalah tingginya angka kematian serta belum tersedianya vaksin atau obat antivirus khusus yang benar-benar efektif.
Penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat suportif, yaitu meredakan gejala dan menjaga fungsi organ tubuh pasien.
Selain itu, kemampuan virus ini untuk menular dari hewan ke manusia dan antar manusia meningkatkan risiko terjadinya wabah, terutama di wilayah dengan interaksi manusia dan hewan yang tinggi.
Mencegah penularan virus Nipah sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat luas. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan:
Langkah-langkah pencegahan ini sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan aktivitas peternakan atau kontak dekat dengan hewan liar.
Jika Anda mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, sakit kepala berat, atau gangguan kesadaran setelah kontak dengan hewan berisiko atau orang sakit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Penanganan cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Virus Nipah menyebabkan penyakit serius yang tidak boleh dianggap remeh.
Dengan memahami gejala, cara penularan, dan langkah pencegahannya, Anda dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar dari risiko infeksi berbahaya ini.
Kewaspadaan dan perilaku hidup bersih menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran virus Nipah.***