
SERAYUNEWS – Gedung Guru Banyumas menjadi saksi dimulainya langkah strategis para pendidik dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Masa Bakti XXIII Kabupaten Banyumas, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini dibuka resmi oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Joko Wiyono dan Ketua PGRI Banyumas Sarno.
Konferensi ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat sinergi antara guru, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan daerah.
Dalam sambutannya, Wabup Lintarti menegaskan bahwa Konkerkab merupakan momentum krusial untuk menyatukan visi dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Menurutnya, peran guru kini tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing karakter dan inspirator generasi muda.
“Masa depan pendidikan ada di tangan Bapak dan Ibu Guru. Peran bapak dan ibu guru sangat luas untuk membimbing anak-anak kita menghadapi masa depan,” kata Lintarti.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara sekolah, orang tua, dan masyarakat agar tercipta ekosistem pendidikan yang aman, inovatif, dan berkelanjutan.
“Penting bagi kita untuk terus menjaga kebersamaan dan kekompakan di dalam organisasi,” lanjutnya.
Ketua Panitia Konkerkab, Kasiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan mandat organisasi yang bersifat strategis.
Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Konkerkab I memfokuskan pembahasan pada tiga agenda utama.
“Pertemuan ini merupakan forum organisasi penting di bawah Kongres Kabupaten yang mempertemukan seluruh pengurus cabang dan cabang khusus se-Kabupaten Banyumas,” ujar Kasiyanto.
Ia menambahkan, Konkerkab memiliki kewenangan konstitusional dalam menentukan arah kebijakan PGRI agar tetap selaras dengan hasil Kongres Kabupaten dan kebutuhan anggota.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mendorong PGRI untuk terus bertransformasi mengikuti perubahan zaman, khususnya dalam menghadapi karakter generasi milenial dan generasi Alpha di dunia pendidikan.
“Organisasi diharapkan mampu merespons berbagai dinamika kebangsaan dengan kebijakan yang relevan dan menyentuh kebutuhan anggota,” kata Joko Wiyono.
Ia berharap PGRI dapat menjadi “rumah kerja” yang inklusif, adaptif, dan mendorong inovasi guru di sekolah.
“Menghadapi tantangan masa depan, kapasitas guru perlu terus ditingkatkan agar tetap menjadi sosok yang penuh dedikasi bagi masyarakat,” tambahnya.