
SERAYUNEWS – Kondisi jalan rusak Rancamaya Banyumas di ruas penghubung Desa Rancamaya dan Desa Gunung Lurah kian memprihatinkan.
Kerusakan parah sepanjang sekitar 50 meter yang dibiarkan selama lima tahun terakhir memicu gelombang protes warga, baik melalui media sosial maupun pemasangan spanduk di lokasi jalan rusak.
Warga menilai kondisi ini membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas antar desa.
Agus Jebeng, warga Desa Rancamaya, mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut kini menjadi titik rawan kecelakaan.
Meski sebagian besar insiden tergolong ringan karena pengendara melintas dengan ekstra hati-hati, jumlah kejadian sudah tidak terhitung.
“Kecelakaan sudah tak terhitung, meski skalanya ringan karena pengguna jalan tidak berani berkendara cepat. Biasanya dialami pengendara dari arah Rancamaya menuju Gunung Lurah atau Sokawera,” kata Agus, Selasa (20/1/2026).
Selain risiko kecelakaan, warga juga mengeluhkan terganggunya akses menuju Desa Gunung Lurah maupun jalur alternatif ke Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas.
“Intinya, kami sudah lima tahun menderita dengan kondisi ini tanpa ada kepastian kapan diperbaiki,” ujarnya.
Soleman, warga Desa Gunung Lurah, menambahkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menyampaikan keluhan, termasuk menghubungi anggota DPRD dari Dapil 6 dan menyuarakan kritik di media sosial.
“Kritik kami sampaikan lewat semua platform media sosial, tapi tidak pernah didengar,” kata dia.
Kepala Desa Rancamaya, Amron, memastikan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam. Pihaknya telah mengirimkan tiga surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas.
“Kami sudah bersurat tiga kali. Terakhir Desember kemarin, kami tujukan ke Bupati melalui Asisten, Dinas PU, hingga DPRD Banyumas,” jelas Amron.
Ia menyebut, meskipun tim teknis telah beberapa kali melakukan pengukuran di lapangan, hingga kini belum ada realisasi perbaikan fisik.
Bahkan, tiga desa yakni Panembangan, Rancamaya, dan Gunung Lurah telah membuat surat bersama untuk mendesak percepatan penanganan jalan rusak tersebut.
Menanggapi keluhan warga terkait jalan rusak Rancamaya Banyumas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, S.T., M.Si., menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan kerusakan mulai dari wilayah Rancamaya hingga ruas Karang Tengah–Gunung Lurah.
Ia memastikan bahwa dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sudah tersedia.
“Surat sudah masuk dan kondisi di lapangan sudah kami tinjau langsung. Memang rusak parah. Perencanaan dan DED-nya pun sudah ada,” jelas Kresnawan.
Untuk pelaksanaan perbaikan, DPU Banyumas merencanakan dua skema pendanaan. Pertama melalui APBD Kabupaten Banyumas untuk menangani titik-titik kerusakan terparah di wilayah Rancamaya.
Kedua, ruas Karang Tengah–Gunung Lurah kembali diusulkan masuk Program Inpres Jalan Daerah.
“Jika usulan Inpres Jalan Daerah terealisasi, ruas Karang Tengah–Gunung Lurah bisa langsung diperbaiki secara menyeluruh dan dihaluskan,” kata Kresnawan.