
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) korban longsor Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, menyambut baik pembangunan masjid di kawasan tersebut.
Pembangunan rumah ibadah itu dinilai sangat dibutuhkan karena lokasi huntara cukup jauh dari tempat ibadah. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan hingga sekitar 1 kilometer melalui jalur perkebunan atau sekitar 2 kilometer jika menggunakan jalan umum untuk menuju masjid.
Riswo, seorang warga setempat mengatakan, keberadaan masjid di lingkungan huntara akan sangat membantu masyarakat, terutama warga lanjut usia. Warga juga menyambut antusias pembangunan masjid yang merupakan bantuan dari Yudhoyono Foundation yang secara resmi dimulai pembangunannya pada, Sabtu (22/8/2026).
“Pembangunan masjid ini sangat penting. Saat ini lokasi huntara jauh dari tempat ibadah. Kalau jalan kaki lewat perkebunan sekitar 1 kilometer, sedangkan lewat jalan bisa mencapai 2 kilometer,” kata Riswo.
Menurutnya, jarak tersebut menjadi kendala bagi warga untuk menjalankan ibadah, khususnya salat Jumat. Kondisi semakin sulit ketika hujan turun karena sejumlah akses jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan warga.
“Adanya sarana ibadah ini sangat dinantikan warga. Semoga bisa segera selesai sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang. Terlebih banyak warga yang sudah lanjut usia dan kesulitan jika harus berjalan hingga 2 kilometer,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Banjarnegara, I Putu Dodi, menjelaskan pembangunan masjid di kawasan huntara korban longsor Situkung tersebut merupakan bantuan dari Yudhoyono Foundation.
Menurutnya, bantuan awalnya direncanakan untuk mendukung kebutuhan hunian sementara bagi para korban bencana. Namun, setelah kebutuhan huntara terpenuhi, muncul usulan agar dana tersebut dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lain yang juga mendesak.
“Awalnya bantuan ini untuk digunakan sebagai hunian sementara warga. Namun karena kebutuhan huntara sudah terpenuhi, kami mengusulkan kembali penggunaan dana tersebut untuk pembangunan masjid. Bahkan warga juga menamai masjid yang mulai kita bangun ini dengan nama Masjid Yudhoyono, ini semua dari usulan warga yang tinggal di Huntara,” ujarnya.
Setelah dilakukan pembahasan bersama dan mempertimbangkan kebutuhan warga, dana bantuan sebesar Rp1 miliar akhirnya diarahkan untuk pembangunan masjid sekaligus sarana pendukungnya di kawasan huntara.
Dodi menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk kepedulian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap masyarakat Banjarnegara, khususnya warga yang terdampak bencana longsor.
“Ini merupakan pilihan dari SBY setelah mendapatkan usulan dari warga korban longsor Situkung. Ini menunjukkan bahwa beliau peduli terhadap masyarakat Banjarnegara,” katanya.
Selain pembangunan masjid, Dodi mengajak berbagai pihak untuk ikut memperhatikan kebutuhan warga yang masih tinggal di huntara. Menurutnya, pembangunan sarana ibadah merupakan salah satu kebutuhan penting, tetapi masih terdapat sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana lain yang perlu mendapat perhatian.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir sehingga kondisi kehidupan warga di huntara semakin baik.
“Ke depan kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu. Kondisi huntara saat ini masih banyak yang perlu dibantu, terutama terkait sarana dan prasarana,” ujarnya.
Pembangunan masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi fasilitas yang memperkuat kehidupan sosial warga di kawasan huntara korban longsor Situkung.
Dengan adanya masjid yang berada lebih dekat dengan tempat tinggal warga, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk menjalankan ibadah, terutama bagi kelompok lanjut usia dan warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.