SERAYUNEWS-Jelang musim mudik tahun ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai kondisi atau cuaca saat atau sebelum melakukan perjalanan. Sebab, saat ini merupakan musim pancaroba, atau peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau.
Sehingga pada masa seperti ini, rawan akan hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan bahaya petir. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, saat gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di Alun-alun Banjarnegara, Jumat (21/3/2025).
Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, BMKG sudah meluncurkan aplikasi prakiraan cuaca jalan raya yang dapat digunakan oleh para pemudik saat melakukan perjalanan. Selain itu, pemudik juga dapat memantau cuaca harian pada laman bmkg.go.id atau melalui info BMKG.
“Prakiraan cuaca ini akan terus update setiap satu jam. Sehingga, para pemudik bisa melihat kondisi cuaca saat melakukan perjalanan, termasuk prakiraan cuaca di lokasi atau objek wisata,” katanya.
Dikatakannya, dengan adanya sarana dan fasilitas tersebut masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik. Sehingga, para calon pemudik dapat menyesuaikan perjalanan mudik Lebaran dengan prediksi cuaca yang diramalkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal itu dilakukan untuk meminimalisir gangguan perjalanan.
“Karena mereka bisa memilih jadwal atau hari yang menyesuaikan, jadi dilihat dulu kapan ada cuaca ekstrem, hujan, dan lain-lain,” ujarnya.
Selain itu, adanya prakiraan cuaca jalanan yang diupdate setiap satu jam ini juga akan memudahkan masyarakat dalam memilih perjalanan untuk mudik. Termasuk, menghindari beberapa jalur ekstrem yang rawan akan longsor maupun lainnya.
“Ini kan masih masa peralihan musim atau pancaroba, sehingga masih mungkin terjadi hujan lebat disertai angin kencang, termasuk petir, ini yang harus diwaspadai, khususnya pada jalur rawan longsor yang ada di Banjarnegara,” katanya.