Selasa, 24 Mei 2022

Wisatawan Padati Pantai di Cilacap, Macet Panjang, dan Tarif Parkir Diprotes

Potret Liburan Lebaran 2021

Potret pantai Jetis saat libur lebaran (dok istimewa)

Sejumlah pantai di kawasan Cilacap bagian Timur, yang meliputi Pantai Sodong, Widarapayung, Cemara Sewu dan Jetis dipadati wisatawan selama libur Lebaran 2021. Terlebih pada H plus dua lebaran hingga Minggu (16/5/2021).


Cilacap, serayunews.com

Dari pantauan sersayunews.com, terdapat kemacetan di jalur wisata Adipala-Jetis hingga hampir tiga kilometer. Tepatnya di perempatan Terminal Adipala pada Minggu (16/5/2021) sore. Bahkan di salah satu pantai terdapat insiden, dimana wisatawan memprotes tarif parkir kendaraan roda dua yang terlampau tinggi.

Baca juga  Carica dan Keripik Kentang, Oleh-oleh Khas Banjarnegara Paling Diburu Pemudik

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap Heroe Harjanto mengatakan, lonjakan pengunjung di tempat wisata pantai pada musim libur Lebaran masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana pantai menjadi tempat pilihan dan primadona bagi banyak masyarakat untuk berlibur bersama keluarga.

“Secara umum pada liburan kali ini berjalan dengan lancar. Hanya saja ada sedikit kendala terkait tarif parkir roda dua yang terlampau tinggi di salah satu pantai. Jadi kemungkinan pengunjung tidak berkenan dengan harga yang ditetapkan,” katanya kepada serayunews.com, Selasa (18/5/2021).

PPintu masuk Pantai Indah Widarapayung saat lebaran (dok istimewa)
Baca juga  Kecelakaan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan di Kemranjen Banyumas, Satu Orang Meninggal Dunia

Ia menjelaskan, permasalahan tersebut tidak sampai berlarut, lantaran dapat diatasi pada saat itu juga. Dimana tarif yang tadinya sebesar Rp 5.000 diturunkan menjadi Rp 2.000. Penurunan itu berdasarkan diskusi dan kesepakatan yang dilakukan oleh pihak pengelola.

“Pada intinya masih aman dan terkendali lah, persiapan dari para pengelola juga sebelumnya sudah cukup matang, terutama terkait protokol kesehatan. Ditambah lagi kita diuntungkan dengan banyaknya pintu keluar di setiap objek wisata pantai, sehingga dapat mengurai kerumunan,” tuturnya.

Untuk diketahui, selama pelarangan mudik berlangsung, masyarakat memang diizinkan untuk berwisata. Namun hanya di objek wisata dalam kota atau wilayah aglomerasi saja.
Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No.13, yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan wisata jarak jauh.

Berita Terkait

Berita Terkini