Senin, 23 Mei 2022

Wujud Toleransi Umat Kristiani dan Muslim di Desa Toyareka Purbalingga

Wujud Toleransi Umat Kristiani dan Muslim di Desa Toyareka Purbalingga. (Amin)

Memiliki sifat tenggang rasa dan saling menghormati, merupakan kewajiban sebagai seorang manusia. Meyakini perbedaan merupakan suatu keniscayaan, juga perlu dipahami. Sehingga bisa terwujud toleransi yang menjadi kunci terciptanya perdamaian, seperti masyarakat di Desa Toyareka, Purbalingga.


Purbalingga, serayunews.com

Sejumlah pemuda Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga Pepanthan Purwosari, Desa Toyareka, turut berpartisipasi dalam pengamanan kegiatan salat Ied. Mereka menjamin keamanan dan kenyamanan umat muslim, saat merayakan Lebaran.

Baca juga  Kecelakaan! Bus Terguling di Jalur Bayeman Purbalingga Belasan Penumpang Dilarikan Rumah Sakit 

Kordinator lapangan, Andri Supriyanto mengatakan, sejumlah pemuda Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga Pepanthan Purwosari, Desa Toyareka, turut berpartisipasi sebagai petugas keamanan salat Ied di Masjid Jami Al Huda, Desa Toyareka, Senin (02/05/2022).

“Ini sebagai wujud toleransi antar umah beragama,” kata Andri.

Menurut Andri, hal ini bukan hal yang berlebihan sebagai wujud timbal balik. Sebab, pada acara keagaman kaum kristiani, pemuda muslim juga kerap memberikan kontribusi.

“Selama ini kami Jemaat GKJ juga di jaga dalam setiap kegiatan keagamaan oleh warga NU melalui BANSER. Sehingga ini merupakan wujud silaturahmi kami, untuk membalas kebaikan yang sudah kami rasakan selama ini,” ujarnya.

Baca juga  Mereka Rela Tak Berlebaran di Rumah Demi Kelancaran Arus Mudik di Purbalingga

Sementara Kyai Dalail Choerot selaku Imam Masjid Jami Al Huda, menyambut baik aksi nyata dari Pemuda GKJ Purbalingga Pepanthan Purwosari Desa Toyareka.

“Dengan toleransi ini, maka kehidupan masyarakat semakan damai, tidak terpecah-pecah meski beda agama,” ujarnya.

Kades Toyareka, Setiyokowati, menyampaikan terimakasih telah mendukung terciptanya keamanan, kenyamanan, dan ketenangan di wilayah desa. Apa yang dilakukan oleh pemuda Gereja, selaras dengan dicanangkannya Desa Toyareka sebagai Kampung Pancasila.

“Bukan hanya slogan saja, tapi ada aksi nyata dari umat beragama yang beraneka ragam di Desa Toyareka. Harapan Pemerintah Desa Toyareka, hal ini bisa menjaga toleransi umat beragama, dan kedamaian di Desa Toyareka,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini