
SERAYUNEWS- Berkendara pada siang hari di tengah bulan puasa bisa jadi tantangan besar bagi banyak umat muslim.
Selain lapar dan haus, panasnya suhu siang yang menyengat berpotensi membuat tubuh cepat kehilangan cairan sehingga memicu dehidrasi dan gangguan fokus saat mengemudi.
Kondisi ini bahkan bisa memperburuk konsentrasi ketika berada di jalan raya. Karena itu, penting bagi para pengemudi yang berpuasa untuk memahami strategi anti dehidrasi yang tepat bukan hanya soal minum air, tapi juga gaya hidup dan persiapan sebelum berangkat.
Terlebih lagi ketika terik matahari sedang tinggi-tingginya, tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat dan pernapasan. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
– Sebelum berangkat berkendara, pastikan kamu sudah minum air putih cukup banyak saat sahur dan berbuka untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
– Terapkan pola minum 2–4–2 (2 gelas berbuka, 4 gelas malam, 2 gelas sahur).
– Ini membantu tubuh tetap stabil meski tidak minum sepanjang siang hari.
– Pilih buah dan sayuran tinggi kandungan air seperti semangka, mentimun, jeruk, dan tomat saat sahur maupun berbuka.
– Kandungan air alaminya membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh lebih lama.
– Asupan ini membuat tubuh tidak cepat lemas saat berkendara di bawah terik matahari.
– Kurangi kopi, teh, atau minuman bersoda saat sahur karena bersifat diuretik.
– Kafein dapat mempercepat pengeluaran cairan tubuh melalui urine.
– Menghindarinya membantu cairan tubuh bertahan lebih lama selama puasa.
– Pastikan AC kendaraan berfungsi dengan baik agar suhu kabin tetap sejuk.
– Hindari membiarkan mobil terlalu panas sebelum digunakan.
– Suhu yang nyaman membantu tubuh tidak cepat kehilangan cairan dan tetap fokus.
– Perhatikan tanda seperti mulut kering, pusing ringan, dan tubuh lemas.
– Urine berwarna lebih gelap juga bisa menjadi indikator kurang cairan.
– Mengenali gejala lebih awal mencegah kondisi memburuk saat di perjalanan.
– Usahakan bepergian pada pagi hari saat suhu belum terlalu panas.
– Hindari jam terik puncak antara pukul 12.00–15.00.
– Strategi ini membantu mengurangi risiko dehidrasi akibat paparan matahari langsung.
– Sediakan air minum dan camilan ringan di kendaraan untuk persiapan berbuka di jalan.
– Langkah ini penting jika perjalanan panjang atau terjebak macet menjelang magrib.
– Persiapan sederhana ini membuat perjalanan tetap aman dan nyaman.
– Gunakan jalur yang memiliki rest area atau masjid sebagai tempat singgah.
– Berhenti sejenak membantu tubuh beristirahat dan memulihkan stamina.
– Istirahat cukup menjaga konsentrasi tetap stabil selama berkendara.
– Berhenti setiap satu hingga dua jam untuk meregangkan otot.
– Pejamkan mata sejenak untuk mengurangi ketegangan dan rasa lelah.
– Cara ini efektif menjaga fokus dan mencegah kelelahan berlebih saat puasa.
– Pengemudi dengan diabetes atau gangguan ginjal lebih rentan mengalami dehidrasi.
– Konsultasikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh saat puasa.
– Langkah pencegahan ini penting demi keselamatan dan kesehatan selama berkendara.
Menurut para ahli kesehatan, menjaga keseimbangan cairan tubuh saat berpuasa sangat penting untuk mempertahankan konsentrasi dan refleks, terutama ketika berkendara di siang hari.
Spesialis gizi klinis menyebutkan bahwa dehidrasi ringan saja sudah dapat menurunkan fokus, memperlambat respons otak, serta meningkatkan risiko kelelahan.
Data kesehatan menunjukkan kekurangan cairan sekitar 1–2 persen dari berat badan dapat berdampak pada fungsi kognitif dan kewaspadaan.
Karena itu, strategi hidrasi saat sahur dan berbuka, pemilihan makanan tinggi kandungan air, serta pengaturan waktu perjalanan menjadi langkah preventif yang direkomendasikan tenaga medis untuk menjaga performa tubuh tetap optimal selama Ramadan.
Selain itu, dokter juga mengingatkan bahwa paparan panas berlebih di dalam kendaraan dapat mempercepat kehilangan cairan melalui keringat tanpa disadari. Kombinasi suhu tinggi, puasa, dan kelelahan fisik bisa meningkatkan risiko pusing hingga penurunan tekanan darah.
Oleh sebab itu, menjaga suhu kabin tetap sejuk, mengenali gejala awal dehidrasi, serta tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh menurun merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan pengguna jalan lain.
Dengan menerapkan tips yang telah dijelaskan, pengemudi dapat tetap aman, sehat, dan fokus selama menjalankan ibadah puasa.