
SERAYUNEWS – Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan juga memiliki fase yang sangat istimewa, yaitu 10 hari terakhir. Lantas, mulai tanggal berapa?
Pada periode inilah umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah karena terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Banyak umat Islam bertanya-tanya, 10 hari terakhir Ramadhan 2026 mulai tanggal berapa?
Lalu kapan malam Lailatul Qadar kemungkinan terjadi dan amalan apa saja yang dianjurkan pada periode tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.
Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah hadirnya malam Lailatul Qadar.
Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada waktu tersebut.
Namun, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an maupun hadits.
Karena itu, malam tersebut menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
Meski demikian, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar sebaiknya dicari pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Hal ini didasarkan pada hadits berikut:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari)
Karena itulah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sejak malam ke-21 hingga akhir Ramadhan.
Tanggal dimulainya 10 malam terakhir Ramadhan bisa sedikit berbeda tergantung pada penetapan awal puasa.
Jika Ramadhan Dimulai 18 Februari 2026 (Versi Muhammadiyah)
Jika awal Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026, maka 10 malam terakhir Ramadhan dimulai pada 8 Maret 2026 malam.
Berikut rinciannya:
Jika Ramadhan Dimulai 19 Februari 2026 (Versi Pemerintah dan NU)
Sementara itu, jika awal puasa dimulai 19 Februari 2026, maka 10 malam terakhir dimulai pada 9 Maret 2026 malam.
Rinciannya sebagai berikut:
Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dalam penentuan kalender Hijriah karena metode penentuan awal bulan dapat berbeda.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.
Banyak ulama menjelaskan bahwa pada periode ini umat Islam diberi kesempatan besar untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan.
Salah satu keutamaannya adalah adanya malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Artinya, satu malam ibadah pada waktu tersebut bisa bernilai pahala yang luar biasa besar.
Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan meningkatkan intensitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Beliau bahkan membangunkan keluarga untuk ikut beribadah pada malam-malam tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa momen tersebut merupakan waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agar tidak melewatkan keutamaan malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk mengisi sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah. Berikut beberapa amalan yang bisa Anda lakukan.
1. Menghidupkan Malam dengan Sholat Malam
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah menghidupkan malam dengan berbagai sholat sunnah, seperti tarawih, witir, dan qiyamul lail.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan ibadah malam di bulan Ramadhan melalui hadits berikut:
من قام المضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya: “Barang siapa mendirikan (sholat malam) Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaihi)
Karena itu, semakin banyak sholat malam yang dilakukan dengan niat ikhlas, semakin besar pula peluang mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
2. Berdiam di Masjid untuk Mendekatkan Diri kepada Allah (I’tikaf)
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW juga sering melakukan i’tikaf.
Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid sambil memperbanyak ibadah seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Aisyah RA meriwayatkan kebiasaan Rasulullah tersebut:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Rasulullah berdiam diri di dalam masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Beliau berkata, ‘Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan’.” (HR Bukhari no 2020)
I’tikaf membantu seseorang lebih fokus beribadah tanpa gangguan aktivitas sehari-hari.
3. Memperbanyak Doa dan Memohon Ampunan
Selain sholat dan i’tikaf, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa. Pada malam Lailatul Qadar terdapat doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA.
Haditsnya sebagai berikut:
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إنْ وَافَقْت لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Dari ‘Aisyah, beliau berkata, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah apa pandanganmu jika saya bertepatan dengan malam lailatul qadar? Beliaupun bersabda: “Berdoalah engkau dengan doa ‘Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul-afwa fa’fu ‘annii’.” (HR Imam Ahmad)
Doa yang dianjurkan dibaca adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latinnya: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni.
Artinya: “Sesungguhnya Engkau dzat yang Maha Memaafkan, menyukai memaafkan maka maafkanlah aku.”
***