
SERAYUNEWS- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, umat Muslim di Indonesia kembali mencari tahu batas sahur dan jadwal imsakiyah agar ibadah puasa dijalankan dengan benar.
Pertanyaan tentang berapa menit sebelum imsak sahur harus berhenti? dan apakah masih boleh minum saat imsak? kini ramai diperbincangkan.
Kementerian Agama (Kemenag) RI serta otoritas keagamaan memberikan pedoman terkait waktu imsak yang digunakan sebagai pengingat sahur. Namun tidak sedikit yang masih bingung soal batas hukumnya dan kapan sebenarnya puasa dimulai.
Selain itu, ada pro dan kontra di kalangan ulama tentang apakah imsak harus menjadi batas utama berhenti makan dan minum atau cukup menunggu adzan Subuh.
Perbedaan ini kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat di seluruh Indonesia. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Imsak ialah waktu yang tercantum di jadwal imsakiyah yang umumnya sekitar 10 menit sebelum adzan Subuh (Fajr) dimulai.
Menurut penetapan jadwal imsakiyah yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, waktu imsak berkisar antara 04.31–04.33 WIB di DKI Jakarta pada awal Ramadan 1447 H.
Waktu imsak ini dimaksudkan sebagai pengingat agar umat Islam mengakhiri makan sahur lebih awal, sehingga ada jeda aman sebelum waktu puasa yang sebenarnya tiba.
Menurut penjelasan fikih yang merujuk pada dalil Al-Qur’an, puasa dimulai sejak terbitnya fajar shadiq (Subuh). Allah SWT berfirman dalam:
QS Al-Baqarah [2]:187
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ
Artinya:
“Dan makan dan minumlah hingga jelas bagi kamu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.”
Ayat ini menegaskan bahwa seseorang dibenarkan makan dan minum sampai fajar benar-benar muncul. Fajar inilah yang menjadi awal masuknya waktu Subuh dan awal puasa wajib satu hari penuh.
Ulama klasik seperti Imam Nawawi dan lainnya menjelaskan bahwa waktu imsak yang biasanya ditetapkan sebelum Subuh hanyalah bentuk ihtiyat (kehati-hatian) dan bukan kewajiban syariat.
Menetapkan imsak 10-15 menit sebelum Subuh merupakan kebiasaan untuk menghindarkan diri dari makan atau minum tepat saat fajar masuk.
Pro kontra muncul terkait bolehkah tetap makan setelah imsak:
Pendapat yang lebih lunak:
Sebagian ulama dan penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa seseorang masih boleh makan dan minum saat imsak karena imsak itu belum waktunya fajar. Artinya, sahur tetap dianggap sah hingga terdengar adzan Subuh atau fajar telah muncul secara nyata.
Pendapat kehati-hatian:
Sebagian ulama lain menganjurkan menghentikan sahur pada waktu imsak untuk memastikan bahwa makan dan minum tidak diteruskan hingga masuk waktu Subuh. Ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar puasa akhirnya sah dan benar.
Imsak secara bahasa berarti menahan diri dan dalam konteks Ramadan ditetapkan sebagai waktu sebelum Subuh yang fungsinya memberi margin waktu sebelum puasa wajib dimulai. Ini bukanlah waktu fardhu (wajib) untuk berhenti makan atau minum; waktu fardhu baru ketika Subuh telah masuk atau adzan Subuh berkumandang.
Imsak biasanya 10–15 menit sebelum waktu Subuh, sedangkan waktu Subuh adalah awal fajar shadiq yang menjadi syarat sah puasa. Banyak jadwal imsakiyah memakai angka pra-Subuh sebagai buffer agar sahur selesai lebih aman.
3. Konteks Jadwal Imsakiyah di Indonesia
Berdasarkan jadwal imsakiyah Kementerian Agama RI, waktu imsak di berbagai wilayah Indonesia berbeda sesuai lokasi geografis; misalnya di DKI Jakarta sekitar 04.31–04.33 WIB pada awal Ramadhan 1447 H.
Sejumlah ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang menjadikan imsak sebagai batas wajib berhenti makan. Mereka merujuk langsung kepada ayat Al-Qur’an yang menyebutkan makan dan minum hingga putih fajar jelas nampak.
Sementara itu, Kemenag RI menjelaskan bahwa waktu imsak dalam jadwal resmi merupakan bentuk pengingat (warning time) agar masyarakat bersiap menyelesaikan sahur sebelum Subuh. Imsak bukanlah waktu pengharaman, melainkan batas kehati-hatian.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa jarak antara sahur Nabi Muhammad SAW dan adzan Subuh sekitar bacaan 50 ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa sahur dianjurkan mendekati waktu Subuh, bukan jauh sebelumnya.
Memahami batas waktu sahur dengan tepat membantu umat Islam menjalankan puasa Ramadan dengan yakin dan tanpa ragu. Waktu imsak berfungsi sebagai pengingat menjelang Subuh, namun batas syariat dimulainya puasa adalah terbitnya fajar shadiq atau adzan Subuh.
Dengan memahami dalil Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan ulama dan pedoman resmi Kemenag RI, umat Muslim dapat menjalankan sahur dan puasa 1447 H sesuai tuntunan tanpa kekhawatiran.