Kamis, 21 Oktober 2021

1000 Pelaku Wisata di Banyumas Mulai Jalani Vaksin

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L. Hakim memantau pelaksanaan vaksin bagi 1.000 pelaku wisata di Baturaden. (Hermiana)

Mulai banyaknya tempat wisata yang beroperasi, ditindaklanjuti oleh Pemkab Banyumas beserta dengan jajaran TNI, Polri serta Palang Merah Indonesia (PMI) Banyumas dengan mengadakan vaksin untuk 1.000 pelaku wisata di kawasan Baturaden.


Banyumas, serayunews.com

Vaksinasi yang diinisiasi oleh Polresta Banyumas ini menyasar para pelaku wisata, mulai dari para pedagang kaki lima (PKL), pemandu wisata, pengelola dna pegawai hotel di kawasan wisata Baturaden hingga tukang parkir dan masyarakat sekitar.

“Ada 1.000 dosis vaksin yang kita berikan hari ini untuk para pelaku wisata, mengingat sekarang kunjungan wisata mulai meningkat, sehingga perlu ada perlindungan bagi para pelaku wisata serta masyarakat sekitar,” kata Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman Lukman Hakim, Rabu (29/9).

Vaksinasi dilaksanakan di Pondok Slamet dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Meskipun jumlah masyarakat yang menjalani vaksin cukup banyak, namun diberlakukan pembagian waktu sehingga tidak sampai terjadi antrian serta kerumunan.

Kapolresta mengatakan, dengan adanya vaksinasi bagi para pelaku wisata, diharapkan akan mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan pelaku wisata, sebab mereka banyak melakukan interaksi dengan para wisatawan yang datang. Selain itu, juga meningkatkan kepercayaan wisatawan, sehingga kunjungan wisata bisa berangsur meningkat pula.

Sementara itu, Camat Baturaden, Budi Nugroho menyampaikan, pelaku wisata merupakan ujung tombak dari promosi wisata, sehingga harus dipastikan imunitas mereka terjaga dan salah satu caranya adalah dengan melakukan vaksin.

“Sangat penting untuk melindungi para pelaku wisata, terlebih sekarang ini sudah banyak tempat wisata yang buka,” tuturnya.

Di Kabupaten Banyumas sendiri sampai dengan saat ini belum pernah muncul klaster wisata. Pembatasan serta persyaratan wisatawan diberlakukan secara ketat, mulai dari syarat harus sudah vaksin, pembatasan jumlah pengunjung dan lain-lain.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini