
SERAYUNEWS- Tanggal 12 Februari 2026 ternyata menyimpan banyak momen penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Tidak hanya identik dengan perayaan budaya, hari ini juga diperingati sebagai momentum ilmiah, kemanusiaan, hingga kampanye global yang berdampak luas.
Sejumlah negara dan organisasi dunia menjadikan 12 Februari sebagai sarana edukasi publik, mulai dari penghormatan terhadap ilmuwan besar, perjuangan hak anak, hingga kampanye melawan ekstremisme.
Beberapa perayaan bahkan sudah berlangsung selama puluhan hingga ratusan tahun. Masyarakat kerap belum menyadari bahwa satu tanggal dalam kalender bisa memiliki makna berlapis.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dan pada 2026 jatuh pada 12 Februari. Perayaan ini menjadi penutup rangkaian Imlek dan identik dengan festival lampion serta atraksi budaya.
Di Indonesia, Cap Go Meh diramaikan dengan kirab budaya, barongsai, dan tradisi khas seperti Tatung di Singkawang. Perayaan ini tidak hanya menjadi agenda komunitas Tionghoa, tetapi juga daya tarik wisata nasional.
Makna Cap Go Meh erat dengan harapan, keberuntungan, dan kebersamaan keluarga. Festival ini menjadi simbol toleransi budaya yang hidup di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Tanggal 12 Februari diperingati sebagai Hari Darwin Internasional, bertepatan dengan hari lahir Charles Darwin pada 1809. Ia dikenal melalui teori evolusi yang mengubah cara manusia memahami kehidupan.
Darwin Day dirayakan oleh komunitas ilmiah di berbagai negara melalui seminar, diskusi, hingga pameran sains. Peringatan ini mendorong penghargaan terhadap metode ilmiah dan pemikiran kritis.
Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya pendidikan berbasis sains dalam membangun generasi yang rasional dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Red Hand Day atau Hari Tangan Merah diperingati setiap 12 Februari sebagai kampanye global menentang penggunaan tentara anak dalam konflik bersenjata.
Simbol cap tangan merah melambangkan penolakan terhadap eksploitasi anak di medan perang. Organisasi internasional dan aktivis HAM rutin menggelar aksi solidaritas pada hari ini.
Peringatan ini mengingatkan dunia bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab global yang tidak boleh diabaikan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 12 Februari sebagai Hari Internasional untuk Pencegahan Ekstremisme Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme.
Hari ini bertujuan memperkuat kerja sama internasional dalam mencegah radikalisme dan kekerasan berbasis ideologi ekstrem.
Melalui kampanye edukatif dan diplomasi global, peringatan ini mendorong dialog damai serta pembangunan sosial yang inklusif.
Sejumlah negara memperingati 12 Februari sebagai hari kesadaran kesehatan reproduksi dan seksual. Kampanye ini fokus pada edukasi, akses layanan kesehatan, dan perlindungan hak reproduksi.
Isu ini penting karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kesehatan ibu dan anak, serta pengurangan angka kematian akibat komplikasi medis.
Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari hak dasar manusia.
Di Venezuela, 12 Februari diperingati sebagai Hari Pemuda (Día de la Juventud). Hari ini mengenang perjuangan pemuda dalam Pertempuran La Victoria pada 1814.
Momentum ini menjadi simbol keberanian generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Perayaan biasanya diisi dengan kegiatan nasionalisme, upacara kenegaraan, dan program pemberdayaan generasi muda.
Di sejumlah negara, khususnya India, 12 Februari dikenal sebagai Hug Day dalam rangkaian Valentine Week.
Hari ini mendorong ekspresi kasih sayang melalui pelukan sebagai simbol kedekatan emosional dan dukungan.
Meski tidak bersifat resmi secara global, Hug Day populer di kalangan generasi muda dan sering menjadi tren di media sosial setiap tahunnya.
Melihat beragam perayaan dan momen penting yang jatuh pada 12 Februari, terlihat bagaimana tanggal ini menyatukan tradisi budaya, perayaan ilmu pengetahuan, serta gerakan sosial bermakna baik di tingkat nasional maupun internasional.
Mulai dari festival lampion hingga kampanye hak anak, setiap peringatan membawa pesan penting tentang toleransi, pemahaman, dan solidaritas antar-manusia.
Semoga momentum ini bisa lebih memperkaya wawasan dan menginspirasi masyarakat untuk menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan pengetahuan sepanjang tahun.