
SERAYUNEWS – Harga emas dunia pada Kamis, 12 Februari 2026, bergerak melemah di tengah sentimen pasar global yang masih dipengaruhi data ekonomi Amerika Serikat.
Meski terkoreksi, emas tetap menunjukkan daya tahannya dengan bertahan di atas level psikologis USD 5.000 per ons.
Kondisi ini membuat logam mulia masih menjadi sorotan, baik bagi investor global maupun masyarakat yang memantau harga emas perhiasan di dalam negeri.
Berdasarkan data perdagangan pagi hari, harga emas spot turun 0,5% menjadi USD 5.061,73 per ounce pada pukul 09.59 waktu Singapura. Penurunan juga terjadi pada logam mulia lain.
Harga perak tercatat melemah 1,1% menjadi USD 83,39 per ounce. Platinum turun 0,4%, sementara paladium ikut terkoreksi 0,3%.
Di sisi lain, Indeks Spot Dolar Bloomberg yang mencerminkan kekuatan mata uang Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, turun tipis 0,1%.
Pelemahan dolar ini sedikit menahan tekanan pada harga emas, mengingat emas umumnya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas hari ini adalah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Data terbaru menunjukkan peningkatan lapangan kerja AS yang menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Tak hanya itu, tingkat pengangguran justru turun secara tak terduga pada Januari.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid pada awal 2026.
Stabilnya sektor ketenagakerjaan ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS belum membutuhkan stimulus tambahan dalam waktu dekat.
Data ini pula yang mendorong keyakinan bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Pelaku pasar memprediksi suku bunga akan bertahan setidaknya hingga Juli 2026.
Padahal, suku bunga yang lebih rendah selama ini dikenal sebagai pendorong utama harga emas dan logam mulia lainnya.
Alasannya, emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya meningkat ketika suku bunga rendah.
Meski mengalami tekanan di awal perdagangan Kamis, emas tetap menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.
Harga emas masih bertahan di atas USD 5.000 per ons dan telah memulihkan sekitar setengah dari kerugian yang terjadi saat penurunan tajam di awal bulan.
Sebagai catatan, emas sempat mencetak rekor tertinggi di atas USD 5.595 per ons pada akhir Januari 2026.
Lonjakan harga tersebut dipicu oleh gelombang pembelian spekulatif yang membuat reli emas menjadi terlalu panas.
Akibatnya, harga emas batangan kemudian anjlok sekitar 13% hanya dalam dua sesi perdagangan, sebuah penurunan yang tergolong historis.
Namun, koreksi tersebut tidak serta-merta mengubah pandangan jangka menengah hingga panjang terhadap emas.
Prospek Emas Masih Bullish Menurut Bank Besar
Sejumlah bank global masih memproyeksikan tren kenaikan harga emas akan berlanjut.
Alasannya, faktor-faktor fundamental yang mendorong kenaikan sebelumnya dinilai masih relevan.
Beberapa di antaranya adalah meningkatnya gejolak geopolitik global, kekhawatiran terhadap independensi The Federal Reserve, serta pergeseran investor dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah ke aset lindung nilai seperti emas.
BNP Paribas SA bahkan mendukung proyeksi harga emas batangan mencapai USD 6.000 per ons pada akhir tahun 2026.
Pandangan bullish serupa juga disampaikan oleh Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc., yang menilai emas masih memiliki ruang kenaikan meski volatilitas jangka pendek tetap membayangi.
Selain harga emas dunia, perhatian masyarakat juga tertuju pada harga emas perhiasan di dalam negeri. Berikut daftar harga emas perhiasan di Raja Emas pada Kamis, 12 Februari 2026:
Sementara itu, berikut daftar harga jual emas per gram di Laku Emas pada hari yang sama:
Harga emas hari ini, 12 Februari 2026, memang bergerak melemah mengikuti sentimen data ekonomi AS.
Namun, ketahanan harga di atas USD 5.000 per ons menunjukkan emas masih menjadi aset lindung nilai yang kuat.
Dengan proyeksi bullish dari sejumlah bank besar dunia, emas tetap menarik untuk dipantau, baik sebagai instrumen investasi maupun acuan harga emas perhiasan di dalam negeri.***