
SERAYUNEWS – Liburan Idulfitri selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh anak-anak.
Selain bisa menikmati waktu bersama keluarga, liburan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan menyenangkan seperti mudik, silaturahmi, hingga menikmati makanan khas Lebaran.
Tak heran jika banyak guru memberikan tugas kepada siswa SD untuk menuliskan cerita pengalaman liburan mereka.
Menulis cerita liburan tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga membantu anak mengingat kembali momen berharga yang mereka alami.
Berikut ini dua contoh cerita liburan Idulfitri yang bisa dijadikan referensi bagi siswa sekolah dasar.
Libur Idulfitri tahun ini sangat berkesan bagiku. Aku dan keluargaku pulang ke kampung halaman nenek di desa.
Perjalanan kami cukup jauh, tetapi terasa menyenangkan karena dilakukan bersama-sama.
Kami berangkat pagi hari menggunakan mobil. Di sepanjang perjalanan, aku melihat pemandangan sawah yang hijau dan udara yang terasa lebih segar dibandingkan di kota.
Sesampainya di rumah nenek, aku langsung disambut dengan pelukan hangat dari nenek dan kakek.
Malam sebelum hari Lebaran, kami membantu nenek memasak berbagai hidangan.
Ada opor ayam, rendang, dan ketupat yang dimasak dengan penuh semangat. Aku juga ikut membantu meskipun hanya tugas kecil seperti mengaduk santan.
Saat hari Lebaran tiba, kami bangun pagi untuk melaksanakan salat Id. Setelah itu, kami saling bermaafan dengan keluarga besar.
Aku merasa sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama sepupu-sepupu yang jarang bertemu.
Kami kemudian berkeliling ke rumah tetangga untuk bersilaturahmi. Di setiap rumah, aku mendapatkan banyak makanan enak dan juga uang saku.
Namun, yang paling menyenangkan adalah kebersamaan dan canda tawa bersama keluarga.
Liburan kali ini membuatku semakin menyadari pentingnya keluarga. Aku berharap bisa kembali ke kampung halaman lagi tahun depan.
Tahun ini aku merayakan Idulfitri di rumah karena tidak mudik. Meskipun begitu, liburanku tetap terasa seru dan menyenangkan.
Sejak beberapa hari sebelum Lebaran, aku membantu ibu membersihkan rumah.
Kami juga menghias ruang tamu agar terlihat lebih rapi dan indah. Ayah membeli lampu hias yang membuat suasana rumah semakin meriah.
Pada malam takbiran, aku dan keluarga menonton siaran takbir bersama di televisi.
Suara takbir membuat suasana terasa haru dan penuh kebahagiaan. Aku juga ikut mengumandangkan takbir bersama keluarga.
Keesokan harinya, kami melaksanakan salat Id di masjid dekat rumah. Setelah itu, kami saling bermaafan.
Aku meminta maaf kepada ayah dan ibu atas kesalahan yang pernah aku lakukan.
Setelah acara keluarga, banyak saudara dan tetangga datang berkunjung ke rumah.
Kami menyambut mereka dengan hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, dan kue kering. Aku juga bermain dengan teman-teman yang datang ke rumah.
Salah satu hal yang paling aku tunggu adalah menerima uang Lebaran. Aku sangat senang dan berencana menabung sebagian uang tersebut.
Di sore hari, kami pergi jalan-jalan ke taman kota. Kami makan bersama dan menikmati waktu santai.
Meskipun sederhana, liburan Lebaran kali ini terasa sangat hangat dan penuh kebahagiaan.
Demikian informasi tentang contoh cerita liburan idul fitri untuk anak SD.***