
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Banyumas diwarnai penyaluran 250 perangkat belajar digital bagi siswa.
Bantuan dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) tersebut diserahkan secara simbolis saat Upacara Pembukaan MPLS Ramah Tingkat Kabupaten Banyumas di halaman Pendopo Sipanji, Senin (13/7/2026).
Perwakilan Yayasan GSN, Letnan Jenderal (Purn.) Dr. Teguh Arief, menyerahkan langsung bantuan tersebut sebagai bagian dari program penguatan pendidikan dasar, khususnya bagi sekolah yang masih memiliki keterbatasan akses teknologi.
Teguh Arief menjelaskan, bantuan berupa 250 unit tablet edukasi diprioritaskan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga kelas 3 yang bersekolah di wilayah tanpa akses internet atau blank spot.
“Kriteria utama penerima bantuan digital ini adalah sekolah-sekolah yang berada di wilayah blank spot atau belum memiliki akses jaringan internet sama sekali,” kata Teguh Arief.
Menurutnya, tablet tersebut telah dilengkapi berbagai materi pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum sehingga tetap dapat digunakan secara optimal meski tanpa koneksi internet.
“Khusus untuk tablet, kami peruntukkan bagi anak-anak SD kelas 1 sampai kelas 3 dengan kriteria sekolah yang belum ada jaringan internet. Di dalam perangkat tersebut sudah tertanam program-program pembelajaran untuk anak sekolah, sehingga tanpa mengakses internet pun mereka sudah bisa belajar menggunakannya secara langsung,” ujar Teguh.
Selain tablet edukasi, Teguh mengungkapkan Program Bantuan Presiden juga menghadirkan inovasi teknologi berupa kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu penyandang disabilitas netra.
Perangkat tersebut dirancang agar pengguna dapat membaca buku maupun mengenali nilai mata uang dengan cepat melalui teknologi pengenalan visual yang dikonversi menjadi suara.
“Kacamata inovatif ini dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas membaca buku serta mengenali mata uang dalam waktu singkat, hanya sekitar 1 hingga 3 detik. Informasi visual tersebut kemudian dikonversi menjadi suara yang dapat didengarkan langsung melalui pengeras suara internal maupun earphone,” kata dia.
Selain mendukung digitalisasi pendidikan, pemerintah juga melanjutkan program peningkatan fasilitas sanitasi sekolah melalui program jambanisasi.
Pada tahap awal, program tersebut menyasar 10 sekolah yang memiliki kondisi toilet rusak, belum memadai, atau mengalami kekurangan fasilitas sanitasi akibat tingginya jumlah peserta didik.
“Pada tahap awal, pemerintah menyasar 10 sekolah yang memiliki fasilitas sanitasi rusak, belum memadai, atau mengalami kekurangan rasio toilet akibat jumlah siswa yang sangat banyak,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengapresiasi dukungan Yayasan GSN dan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Banyumas.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya menjadi tambahan sarana belajar, tetapi juga mampu memperkuat semangat mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bagi seluruh peserta didik.
“Kepada seluruh penerima manfaat, saya berpesan agar bantuan ini dikelola secara transparan, akuntabel, dan dimanfaatkan secara optimal guna mendukung proses pembelajaran yang interaktif dengan tetap menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik,” kata dia.